Berita

Bali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Global, KEK Dipercepat

×

Bali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Global, KEK Dipercepat

Sebarkan artikel ini
Pusat Keuangan Global
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Foto: Antara)

JAKARTA – Pemerintah tengah mengarahkan Bali untuk bertransformasi menjadi pusat keuangan internasional atau International Financial Center (IFC). Upaya ini dilakukan dengan mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali sebagai salah satu lokasi strategis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung pembentukan pusat keuangan global. Ia menegaskan bahwa berbagai peluang yang ditawarkan KEK Kura Kura Bali nantinya akan dibahas lebih lanjut bersama Danantara.

Di sisi lain, pemerintah juga sedang menyusun regulasi sebagai fondasi pengembangan KEK sektor keuangan di Bali. Aturan ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan pembangunan pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga penyediaan fasilitas yang mampu menarik minat investor internasional.

Sebagai pengelola kawasan, PT Bali Turtle Island Development (BTID) memaparkan keunggulan konsep Knowledge District. Kawasan ini dikembangkan sebagai pusat ekosistem inovasi terintegrasi yang mengandalkan kekuatan pengetahuan, pendidikan, serta sumber daya manusia sebagai penggerak ekonomi baru.

Selain itu, KEK Kura Kura Bali juga menyiapkan Business Hub yang akan menjadi pusat aktivitas pendukung operasional IFC. Fasilitas ini dirancang untuk mempertemukan berbagai program strategis seperti Global Blended Finance Alliance (GBFA), institusi pendidikan bisnis, serta jalur investasi unggulan di Indonesia.

Pengembangan kawasan tersebut turut diperkuat dengan hadirnya Pusat Kewirausahaan dan Inovasi. Fasilitas ini mencakup lembaga pendidikan berkualitas seperti sekolah interkultural ACS Bali, serta pusat riset lingkungan pesisir melalui International Mangrove Research Center (IMRC).

Ke depan, sejumlah proyek strategis di KEK Kura Kura Bali ditargetkan rampung pada 2026. Hingga triwulan I 2026, kawasan ini telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.

Baca juga:
Real Madrid Tundukkan Alaves 2-1, Tempel Ketat Puncak La Liga

Sementara itu, pengembangan KEK Sanur difokuskan untuk memperkuat sektor pariwisata kesehatan atau health tourism. Langkah ini diharapkan dapat mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan kelas dunia.

Salah satu fasilitas utama di kawasan tersebut adalah Bali International Hospital (BIH) yang telah beroperasi sejak April 2025. Rumah sakit ini menyediakan berbagai layanan spesialis dan hingga triwulan I 2026 telah melayani 14.950 pasien, dengan komposisi 60 persen wisatawan asing dan 40 persen pasien domestik.

Tak hanya itu, The Solitaire Clinic di KEK Sanur dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026. Klinik ini akan menghadirkan layanan seperti bedah kosmetik, estetika medis, pembentukan tubuh, transplantasi rambut, hingga terapi sel punca untuk anti-penuaan.

Secara keseluruhan, hingga triwulan I 2026, KEK Sanur telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp5,37 triliun. Kawasan ini juga menyerap 5.444 tenaga kerja serta menarik kunjungan wisatawan hingga 279.804 orang.

Airlangga menilai capaian tersebut menunjukkan peran penting KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur dalam mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui sektor bernilai tambah tinggi.

(Mch)