JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia.
Menurutnya, pemerintah saat ini terus mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai landasan utama pertumbuhan ekonomi sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil.
“Kami ingin memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau desa-desa dan wilayah-wilayah yang selama ini masih tertinggal,” ujar Menko AHY, Senin (20/4/2026).
Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai proyek strategis, mulai dari pembangunan jalan tol, peningkatan kualitas jalan nasional, pengembangan kawasan industri, hingga pembenahan fasilitas publik. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap daerah yang membutuhkan percepatan pembangunan.
Lebih jauh, AHY menekankan bahwa konektivitas dan akses antarwilayah menjadi faktor krusial dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan nasional, terutama di tengah situasi geopolitik global yang kian dinamis. Menurutnya, perkembangan geopolitik saat ini tidak hanya berkaitan dengan isu pertahanan dan diplomasi, tetapi juga berdampak pada rantai pasok, sektor energi, platform digital, hingga jaringan infrastruktur.
Selain faktor geopolitik, perubahan iklim turut menjadi tantangan global yang harus diperhitungkan dalam perencanaan pembangunan. Oleh karena itu, AHY menilai infrastruktur ke depan harus dirancang lebih adaptif agar mampu menghadapi berbagai risiko sekaligus memperkuat daya tahan nasional.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur juga perlu diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, memperlancar distribusi logistik, serta memperkecil kesenjangan pertumbuhan antarwilayah.
Di sisi lain, AHY menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta. Kemitraan ini dianggap strategis untuk mempercepat realisasi proyek yang kredibel, transparan, dan menarik bagi investor.
(Mch)












