Kesehatan

Conjugated Linoleic Acid (CLA): Manfaat, Risiko, dan Fakta Ilmiahnya

×

Conjugated Linoleic Acid (CLA): Manfaat, Risiko, dan Fakta Ilmiahnya

Sebarkan artikel ini
Conjugated Linoleic Acid (CLA)
Ilustrasi (Cuitan Rakyat)

Conjugated linoleic acid atau CLA merupakan salah satu jenis asam lemak yang cukup populer di dunia kesehatan dan kebugaran. Senyawa ini banyak dikenal sebagai bahan dalam suplemen diet karena dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan massa otot, hingga mendukung performa olahraga.

Tidak hanya digunakan oleh orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan, CLA juga cukup populer di kalangan atlet dan binaragawan. Banyak produk suplemen menjadikan conjugated linoleic acid sebagai kandungan utama dengan klaim mampu membakar lemak lebih cepat dan membentuk tubuh ideal.

Namun di balik popularitasnya, manfaat CLA ternyata masih menjadi perdebatan di dunia medis. Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan, sementara penelitian lain menemukan bahwa efeknya tidak terlalu signifikan bahkan berpotensi menimbulkan efek samping tertentu jika dikonsumsi berlebihan.

Karena itu, penting untuk memahami apa sebenarnya conjugated linoleic acid, bagaimana cara kerjanya di dalam tubuh, manfaat yang sudah terbukti secara ilmiah, hingga risiko yang perlu diwaspadai sebelum mengonsumsi suplemen ini.

Apa Itu Conjugated Linoleic Acid (CLA)?

Conjugated linoleic acid adalah salah satu jenis asam lemak omega-6 yang secara alami ditemukan pada produk hewani, terutama:

  • Daging sapi
  • Daging kambing
  • Daging domba
  • Susu
  • Keju
  • Mentega
  • Produk olahan susu

CLA paling banyak ditemukan pada hewan pemakan rumput (grass-fed animals). Kandungan asam lemak ini terbentuk secara alami dalam sistem pencernaan hewan ruminansia.

Namun, perubahan pola peternakan modern membuat kadar CLA alami dalam produk hewani saat ini cenderung lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah perubahan jenis pakan ternak yang lebih banyak menggunakan pakan buatan dibanding rumput alami.

Karena itulah, CLA kini juga diproduksi dalam bentuk suplemen.

Baca juga:
Pola Makan Penurun Tekanan Darah untuk Penderita Hipertensi

Perbedaan CLA Alami dan CLA Suplemen

Meskipun sama-sama disebut conjugated linoleic acid, CLA alami dan CLA dalam suplemen memiliki perbedaan yang cukup penting.

CLA Alami

CLA alami berasal dari produk hewani seperti:

  • Daging sapi grass-fed
  • Susu
  • Keju
  • Yoghurt

Jenis CLA alami mengandung kombinasi isomer asam lemak yang terbentuk secara biologis di dalam tubuh hewan.

CLA Suplemen

Sebagian besar suplemen CLA dibuat dari minyak nabati seperti:

  • Minyak kedelai
  • Minyak jagung
  • Minyak bunga matahari

Minyak tersebut kemudian diproses secara kimia untuk menghasilkan senyawa yang menyerupai CLA alami.

Karena proses pembuatannya berbeda, manfaat dan efek suplemen CLA belum tentu sama dengan CLA alami dari makanan.

Bagaimana Cara Kerja CLA di Dalam Tubuh?

CLA bekerja dengan memengaruhi metabolisme lemak di dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam lemak ini dapat:

  • Meningkatkan pembakaran lemak
  • Mengurangi penyimpanan lemak tubuh
  • Memengaruhi hormon pengatur nafsu makan
  • Membantu metabolisme energi

Selain itu, CLA juga memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang diduga berkontribusi terhadap berbagai manfaat kesehatannya.

Namun, mekanisme kerja CLA masih terus diteliti karena hasil studi pada manusia sering kali menunjukkan hasil yang berbeda-beda.

Manfaat Conjugated Linoleic Acid untuk Kesehatan

Berikut beberapa manfaat CLA yang paling sering dibahas dalam penelitian dan dunia kesehatan.

1. Membantu Menurunkan Berat Badan

Manfaat CLA yang paling populer adalah membantu menurunkan berat badan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa CLA dapat:

  • Meningkatkan pembakaran lemak
  • Mengurangi nafsu makan
  • Menekan pembentukan lemak baru
  • Membantu mengurangi lemak tubuh

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi CLA selama 12 minggu memang dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, hasil penurunannya relatif kecil, yaitu sekitar 2 kilogram saja.

Baca juga:
Bahaya Lemak Trans dan Daftar Makanan yang Harus Dihindari

Penelitian lain yang berlangsung lebih lama, antara 6 bulan hingga 2 tahun, juga menunjukkan bahwa penurunan berat badan akibat konsumsi CLA tidak terlalu signifikan.

Mengapa Hasilnya Tidak Konsisten?

Efektivitas CLA dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti:

  • Pola makan
  • Aktivitas fisik
  • Kondisi metabolisme tubuh
  • Dosis suplemen
  • Jenis CLA yang digunakan

Karena itu, CLA tidak dapat dianggap sebagai solusi instan untuk menurunkan berat badan.

2. Membantu Pembentukan Massa Otot

CLA cukup populer di kalangan binaragawan dan penggemar fitness karena dipercaya dapat membantu meningkatkan massa otot.

Asam lemak ini diduga membantu tubuh:

  • Mengurangi lemak tubuh
  • Mempertahankan massa otot
  • Meningkatkan komposisi tubuh

Meski demikian, penelitian menunjukkan bahwa peningkatan massa otot akibat konsumsi CLA cenderung kecil dan tidak terlalu signifikan dibandingkan latihan fisik serta asupan protein yang cukup.

Dengan kata lain, CLA bukan pengganti latihan beban atau pola makan sehat untuk membentuk otot.

3. Meningkatkan Performa Olahraga

Sebagian orang mengonsumsi CLA dengan harapan dapat meningkatkan stamina dan performa saat berolahraga.

Namun, hasil penelitian pada atlet menunjukkan bahwa konsumsi CLA tidak memberikan peningkatan performa olahraga yang berarti.

Tidak ditemukan perubahan signifikan pada:

  • Daya tahan tubuh
  • Kekuatan fisik
  • Kecepatan pemulihan otot
  • Kapasitas latihan

Karena itu, manfaat CLA sebagai peningkat performa olahraga masih belum terbukti kuat secara ilmiah.

4. Menurunkan Kadar Trigliserida

Salah satu manfaat CLA yang cukup menjanjikan adalah membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

Trigliserida adalah jenis lemak yang jika kadarnya terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko:

  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Penyumbatan pembuluh darah

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa CLA dapat membantu menurunkan kadar trigliserida sehingga berpotensi mendukung kesehatan jantung.

Baca juga:
Tubuh Menggigil Terus? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Namun, ada catatan penting.

CLA juga diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol baik atau HDL. Padahal HDL memiliki fungsi melindungi jantung dan pembuluh darah.

Karena itu, suplemen CLA tidak dapat dijadikan pengobatan utama untuk kolesterol tinggi atau penyakit jantung.

5. Berpotensi Menurunkan Risiko Kanker

CLA memiliki sifat antioksidan yang diyakini dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa CLA dapat membantu menghambat perkembangan sel kanker seperti:

  • Kanker payudara
  • Kanker kolon
  • Kanker prostat
  • Kanker paru-paru

Namun, penelitian lain justru menemukan hasil yang berbeda. Pada beberapa kasus, suplementasi CLA malah dikaitkan dengan peningkatan pertumbuhan sel kanker tertentu.

Karena hasil penelitian masih bertentangan, manfaat CLA dalam pencegahan kanker belum dapat dipastikan.

6. Potensi Manfaat Lain CLA

Selain manfaat di atas, CLA juga sering dikaitkan dengan berbagai manfaat lain seperti membantu mengatasi:

  • Asma
  • Flu
  • Diabetes
  • Sindrom metabolik
  • Multiple sclerosis

Sayangnya, sebagian besar manfaat tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Sumber Makanan yang Mengandung CLA

CLA alami sebenarnya dapat diperoleh dari makanan sehari-hari, terutama produk hewani.

Berikut beberapa sumber CLA alami terbaik:

Produk Susu

  • Susu sapi
  • Yoghurt
  • Keju
  • Mentega

Daging Hewan Ruminansia

  • Daging sapi
  • Daging kambing
  • Daging domba

Produk dari hewan yang diberi makan rumput alami biasanya memiliki kandungan CLA lebih tinggi dibanding hewan ternak dengan pakan olahan.

Apakah Suplemen CLA Diperlukan?

Sebagian orang memilih suplemen CLA untuk tujuan:

  • Diet
  • Membentuk otot
  • Menurunkan lemak tubuh

Namun, penting dipahami bahwa efek CLA pada tubuh manusia tidak terlalu besar dan hasilnya bisa berbeda pada setiap orang.

Baca juga:
6 Minuman Diet Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Selain itu, suplemen bukan pengganti pola hidup sehat.

Penurunan berat badan dan pembentukan tubuh ideal tetap memerlukan:

  • Pola makan seimbang
  • Defisit kalori
  • Aktivitas fisik rutin
  • Tidur cukup
  • Konsistensi jangka panjang

Efek Samping Conjugated Linoleic Acid

Meski berasal dari bahan alami, CLA tetap berpotensi menimbulkan efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau jangka panjang.

Gangguan Pencernaan

Efek samping paling umum meliputi:

  • Mual
  • Diare
  • Sakit perut
  • Perut kembung

Penumpukan Lemak di Hati

Beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi CLA berlebihan dapat memicu penumpukan lemak di hati.

Kondisi ini berpotensi berkembang menjadi:

  • Fatty liver
  • Diabetes tipe 2
  • Sindrom metabolik

Memperburuk Resistensi Insulin

Pada penderita diabetes atau sindrom metabolik, CLA dapat memperburuk resistensi insulin sehingga kadar gula darah menjadi lebih sulit dikontrol.

Menurunkan Kolesterol Baik (HDL)

Meskipun dapat membantu menurunkan trigliserida, CLA juga berpotensi menurunkan kadar HDL yang penting bagi kesehatan jantung.

Interaksi Obat

CLA dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat seperti:

  • Obat pengencer darah
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
  • Obat diabetes

Karena itu, penggunaan suplemen CLA sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.

Siapa yang Sebaiknya Menghindari CLA?

CLA tidak direkomendasikan untuk beberapa kelompok berikut:

  • Wanita hamil
  • Ibu menyusui
  • Anak-anak
  • Penderita gangguan hati
  • Penderita diabetes tidak terkontrol
  • Orang dengan gangguan metabolik tertentu

Hal ini karena keamanan CLA pada kondisi tersebut masih belum memiliki cukup bukti ilmiah.

Tips Aman Mengonsumsi CLA

Jika ingin mengonsumsi suplemen CLA, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Konsultasi dengan Dokter

Terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat rutin.

Jangan Mengandalkan CLA Sebagai Solusi Utama

CLA bukan pengganti:

  • Diet sehat
  • Olahraga
  • Pengobatan medis
Baca juga:
Manfaat Buah Tin untuk Kesehatan dan Kandungan Nutrisinya

Pilih Produk yang Terdaftar Resmi

Pastikan suplemen memiliki izin edar resmi dan berasal dari produsen terpercaya.

Konsumsi Sesuai Dosis

Hindari penggunaan berlebihan karena dapat meningkatkan risiko efek samping.

Pola Hidup Sehat Tetap yang Utama

Meski CLA memiliki sejumlah manfaat potensial, hasil terbaik untuk kesehatan tetap berasal dari pola hidup sehat secara menyeluruh.

Beberapa langkah penting yang terbukti efektif antara lain:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Rutin berolahraga
  • Tidur cukup
  • Mengelola stres
  • Menghindari rokok
  • Membatasi gula dan lemak berlebih

Pendekatan ini jauh lebih penting dibanding hanya mengandalkan satu jenis suplemen.

Kesimpulan

Conjugated linoleic acid (CLA) adalah jenis asam lemak omega-6 yang ditemukan secara alami dalam produk susu dan daging hewan pemakan rumput. CLA juga banyak diproduksi dalam bentuk suplemen dan populer sebagai produk diet serta pembentukan otot.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa CLA berpotensi membantu menurunkan berat badan, mengurangi trigliserida, serta mendukung pembentukan massa otot. Namun, manfaat tersebut umumnya tidak terlalu signifikan dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Di sisi lain, konsumsi CLA juga memiliki risiko efek samping seperti gangguan pencernaan, penumpukan lemak di hati, hingga gangguan metabolisme insulin.

Karena itu, penggunaan suplemen CLA sebaiknya dilakukan dengan bijak dan tidak menggantikan pola hidup sehat maupun pengobatan medis. Jika ingin mengonsumsi CLA, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar penggunaannya lebih aman sesuai kondisi kesehatan masing-masing. Semoga bermanfaat!.

(Mch)