Kesehatan

Mudah Ditemukan, Ini 8 Makanan Pereda Mual yang Efektif

×

Mudah Ditemukan, Ini 8 Makanan Pereda Mual yang Efektif

Sebarkan artikel ini
Rasa mual
Ilustrasi (Cuitan Rakyat)

Rasa mual bisa datang kapan saja dan sering kali membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman. Kondisi ini biasanya ditandai dengan sensasi ingin muntah, perut terasa tidak enak, hingga tubuh menjadi lemas. Sebelum memilih obat anti mual, ada baiknya mencoba beberapa makanan alami yang dipercaya dapat membantu meredakan keluhan tersebut.

Beberapa jenis makanan diketahui mampu menenangkan lambung, membantu proses pencernaan, hingga mengurangi sensasi mual secara perlahan. Namun, cara mengonsumsinya juga perlu diperhatikan agar kondisi tidak semakin parah.

Mual sendiri bukan penyakit, melainkan gejala yang dapat dipicu oleh berbagai kondisi kesehatan. Karena itu, penting untuk mengetahui penyebabnya sekaligus memilih makanan yang tepat untuk membantu tubuh pulih lebih cepat.

Apa Penyebab Rasa Mual?

Mual terjadi ketika sistem pencernaan atau bagian tertentu dalam tubuh memberikan respons yang membuat seseorang merasa ingin muntah. Kondisi ini bisa berlangsung singkat, tetapi pada beberapa kasus dapat terjadi cukup lama dan mengganggu aktivitas.

Ada banyak faktor yang dapat memicu rasa mual, di antaranya:

  • Mabuk perjalanan atau mabuk laut
  • Gangguan kecemasan dan stres berlebihan
  • Serangan panik
  • Masalah pencernaan
  • Keracunan makanan
  • Morning sickness pada ibu hamil
  • Infeksi virus, bakteri, atau jamur
  • Efek samping obat tertentu, termasuk kemoterapi
  • Penyakit asam lambung
  • Pola makan tidak teratur

Saat mual menyerang, sebagian orang memilih untuk tidak makan karena takut muntah. Padahal, perut yang kosong justru dapat memperburuk rasa mual. Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna bisa menjadi solusi sederhana untuk membantu meredakan keluhan.

Tips Mengatasi Mual Sebelum Mengonsumsi Makanan

Sebelum memilih makanan pereda mual, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Minum air putih sedikit demi sedikit dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman di perut dan mencegah dehidrasi, terutama jika mual disertai muntah.

Baca juga:
Penyebab Meriang yang Sering Diabaikan dan Cara Mengatasinya

Selain itu, ada beberapa hal yang juga penting diperhatikan:

Konsumsi Makanan dalam Porsi Kecil

Hindari makan terlalu banyak sekaligus. Porsi kecil tetapi sering lebih baik untuk menjaga lambung tetap nyaman.

Makan Secara Perlahan

Mengunyah makanan secara perlahan dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih ringan dan mengurangi rasa mual.

Hindari Aroma Makanan yang Menyengat

Bau makanan tertentu dapat memicu rasa ingin muntah, terutama pada ibu hamil atau penderita gangguan lambung.

Jangan Langsung Berbaring Setelah Makan

Tunggu setidaknya 30 menit sebelum berbaring agar makanan dapat dicerna dengan baik dan asam lambung tidak naik.

8 Makanan Pereda Mual yang Efektif

Berikut beberapa pilihan makanan yang dipercaya mampu membantu mengurangi rasa mual secara alami dan mudah ditemukan sehari-hari.

1. Jahe

Jahe sudah lama dikenal sebagai bahan alami yang sering digunakan untuk membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk mual dan muntah.

Rempah ini mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol yang dipercaya mampu membantu mempercepat proses pengosongan lambung. Dengan begitu, rasa penuh dan sensasi mual dapat berkurang.

Selain itu, jahe juga memiliki sifat antiradang yang baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Cara Mengonsumsi Jahe untuk Mual

Beberapa cara sederhana mengonsumsi jahe antara lain:

  • Teh jahe hangat
  • Air rebusan jahe
  • Jahe dicampur madu
  • Permen jahe alami

Meski bermanfaat, konsumsi jahe sebaiknya tidak berlebihan. Minumlah secukupnya dan hindari mengonsumsinya terlalu cepat karena justru bisa memicu rasa mual kembali.

2. Pisang

Pisang menjadi salah satu makanan terbaik saat mual, terutama jika kondisi disertai muntah. Buah ini kaya akan kalium dan elektrolit yang dapat membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Baca juga:
Tanda-Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan

Teksturnya yang lembut juga membuat pisang mudah dicerna oleh lambung sehingga nyaman dikonsumsi saat perut terasa tidak enak.

Selain membantu mengurangi mual, pisang juga dapat memberikan energi tambahan ketika tubuh terasa lemas.

Tips Konsumsi Pisang Saat Mual

Agar lebih nyaman di perut:

  • Pilih pisang yang matang
  • Konsumsi dalam porsi kecil
  • Bisa dihaluskan menjadi puree atau bubur

Hindari pisang yang masih mentah karena rasanya cenderung lebih asam dan sulit dicerna.

3. Apel

Apel dikenal sebagai buah kaya serat yang baik untuk sistem pencernaan. Kandungan serat alami di dalamnya dapat membantu menyerap zat-zat yang mengganggu saluran cerna dan membantu meredakan rasa mual.

Selain itu, apel juga terasa ringan di perut sehingga cocok dijadikan camilan saat kondisi tubuh kurang nyaman.

Cara Aman Mengonsumsi Apel

Saat sedang mual, sebaiknya:

  • Konsumsi apel dalam potongan kecil
  • Pilih apel segar yang manis
  • Bisa dibuat menjadi saus apel tanpa gula tambahan

Meskipun sehat, hindari mengonsumsi apel secara berlebihan karena terlalu banyak serat justru bisa membuat perut terasa penuh.

4. Kacang-Kacangan

Asupan protein yang rendah diketahui dapat memperburuk rasa mual pada beberapa orang. Karena itu, makanan tinggi protein seperti kacang-kacangan bisa menjadi pilihan untuk membantu meredakan keluhan.

Kacang juga membantu tubuh tetap bertenaga ketika nafsu makan menurun akibat mual.

Jenis Kacang yang Cocok Dikonsumsi

Beberapa pilihan yang bisa dicoba antara lain:

  • Almond
  • Kacang tanah rebus
  • Kacang mete
  • Edamame

Namun, konsumsilah dalam jumlah wajar. Terlalu banyak kacang sekaligus dapat membuat perut terasa penuh dan memicu rasa tidak nyaman.

5. Kentang

Kentang termasuk makanan yang cukup aman dikonsumsi saat mual karena teksturnya lembut dan tidak memiliki aroma tajam.

Baca juga:
Pantangan Setelah Minum Obat Simvastatin agar Kolesterol Cepat Terkontrol

Selain mengenyangkan, kentang juga mengandung karbohidrat yang dapat membantu mengembalikan energi tubuh secara perlahan.

Makanan ini juga cenderung mudah diterima lambung, terutama jika diolah dengan cara sederhana.

Cara Mengolah Kentang Saat Mual

Agar lebih nyaman di perut, kentang bisa diolah menjadi:

  • Bubur kentang
  • Sup kentang
  • Kentang rebus
  • Mashed potato dengan sedikit garam

Hindari kentang goreng karena makanan berminyak justru bisa memperparah rasa mual.

6. Daun Mint

Aroma segar dari daun mint dipercaya dapat membantu mengurangi rasa mual secara alami. Banyak orang merasa lebih nyaman setelah menghirup atau mengonsumsi mint dalam bentuk teh.

Daun mint juga memberikan sensasi dingin yang membantu tubuh terasa lebih rileks.

Cara Menggunakan Daun Mint

Untuk membantu meredakan mual, kamu bisa:

  • Mengunyah daun mint segar
  • Minum teh mint hangat
  • Menambahkan daun mint ke air minum

Meski begitu, mint kurang dianjurkan bagi penderita asam lambung karena dapat memicu gejala pada sebagian orang.

7. Biskuit Asin

Biskuit asin termasuk camilan sederhana yang cukup efektif membantu meredakan mual, terutama saat perut kosong.

Makanan tinggi karbohidrat ini mudah dicerna dan dapat membantu menyerap asam lambung berlebih yang memicu rasa tidak nyaman.

Karena tidak memiliki bau menyengat, biskuit asin juga lebih mudah diterima tubuh saat sedang mual.

Alternatif Selain Biskuit Asin

Selain biskuit, beberapa makanan karbohidrat ringan lainnya yang bisa dicoba yaitu:

  • Roti gandum panggang
  • Crackers tawar
  • Oatmeal polos

Pilih makanan dengan rasa ringan dan hindari tambahan mentega berlebihan.

8. Makanan Dingin

Saat mual, sebagian orang lebih nyaman mengonsumsi makanan dingin dibanding makanan panas. Hal ini karena makanan dingin biasanya memiliki aroma yang lebih lembut sehingga tidak memicu rasa ingin muntah.

Baca juga:
Fakta Ikan Buntal Beracun dan Bahaya Tetrodotoksin

Selain menyegarkan, makanan dingin juga bisa membantu tubuh terasa lebih nyaman.

Contoh Makanan Dingin yang Cocok Saat Mual

Beberapa pilihan yang dapat dicoba antara lain:

  • Yogurt dingin
  • Buah yang disimpan di kulkas
  • Smoothie buah
  • Es krim dalam jumlah kecil

Namun, pastikan tidak mengonsumsi makanan dingin secara berlebihan agar lambung tetap nyaman.

Kebiasaan yang Harus Dihindari Saat Mual

Selain memilih makanan yang tepat, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar rasa mual tidak semakin parah.

Makan Makanan Berminyak

Makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga bisa membuat perut terasa semakin tidak nyaman.

Mengonsumsi Makanan Pedas

Makanan pedas dapat mengiritasi lambung dan memperburuk rasa mual, terutama pada penderita gangguan asam lambung.

Minum Berkafein Berlebihan

Kopi atau minuman berkafein dalam jumlah banyak bisa memicu peningkatan asam lambung dan menyebabkan mual bertambah parah.

Tidur Setelah Makan

Langsung berbaring setelah makan dapat memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Mual ringan umumnya dapat membaik dengan istirahat dan pola makan yang tepat. Namun, kondisi ini tetap perlu diwaspadai jika muncul terus-menerus atau disertai gejala lain.

Segera konsultasikan ke dokter jika mual disertai:

  • Demam tinggi
  • Nyeri perut hebat
  • Muntah terus-menerus
  • Dehidrasi
  • Berat badan turun drastis
  • Sulit makan dan minum
  • Muntah darah

Penanganan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab utama sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kesimpulan

Rasa mual memang dapat mengganggu aktivitas dan membuat tubuh terasa tidak nyaman. Untungnya, ada berbagai makanan pereda mual yang mudah ditemukan dan dapat membantu mengurangi keluhan secara alami.

Jahe, pisang, apel, kentang, hingga biskuit asin merupakan beberapa pilihan makanan yang cenderung aman dan mudah dicerna saat perut terasa mual. Selain itu, penting juga menjaga pola makan, mencukupi cairan tubuh, dan menghindari makanan yang dapat memicu gangguan lambung.

Baca juga:
Minyak Jagung untuk Kolesterol Tinggi, Benarkah Lebih Sehat?

Jika rasa mual tidak kunjung membaik meski sudah mencoba berbagai cara alami, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga bermanfaat!.

(Mch)