Pernah merasa tubuh tiba-tiba menggigil padahal cuaca tidak terlalu dingin?, Atau mungkin badan terasa lemas, kepala berat, lalu muncul sensasi panas dingin seperti mau demam?. Banyak orang menyebut kondisi itu dengan istilah meriang.
Sekilas memang terdengar sepele. Sebagian orang bahkan menganggap meriang hanyalah efek kecapekan, kehujanan, atau kurang tidur. Namun kenyataannya, kondisi ini tidak selalu sesederhana itu. Dalam beberapa kasus, meriang bisa menjadi sinyal awal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan kesehatan tertentu.
Menariknya lagi, meriang bukan istilah medis resmi. Kata ini lebih sering digunakan masyarakat Indonesia untuk menggambarkan kondisi tubuh yang terasa tidak nyaman, menggigil, sedikit demam, atau seperti “mau sakit”. Meski terdengar umum, penyebab meriang ternyata cukup beragam. Mulai dari faktor ringan seperti perubahan suhu, hingga masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan dokter.
Karena itu, penting memahami apa sebenarnya meriang, apa saja penyebabnya, bagaimana cara mengatasinya, dan kapan kondisi ini perlu diwaspadai.
Artikel ini akan membahas semuanya secara lengkap dengan bahasa yang mudah dipahami.
Apa Itu Meriang?
Meriang adalah kondisi ketika tubuh terasa tidak nyaman disertai sensasi menggigil, panas dingin, atau demam ringan. Sebagian orang juga mengalami pegal-pegal, nyeri otot, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas.
Saat seseorang mengalami meriang, tubuh sebenarnya sedang berusaha menyesuaikan suhu internal. Otak mengirim sinyal agar tubuh menghasilkan panas tambahan. Inilah yang membuat seseorang menggigil atau gemetar.
Menariknya, tubuh bisa terasa dingin meskipun suhu badan sebenarnya meningkat.
Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan dapat membaik setelah tubuh beristirahat. Namun bila berlangsung lama atau muncul bersama gejala lain yang serius, meriang tidak boleh dianggap remeh.
Gejala Meriang yang Paling Umum
Gejala meriang bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang hanya merasa sedikit menggigil, ada juga yang merasa tubuh benar-benar drop.
Berikut beberapa gejala meriang yang paling sering muncul:
- Tubuh menggigil atau gemetar
- Sensasi panas dingin
- Demam ringan
- Badan terasa lemas
- Nyeri otot dan pegal
- Sakit kepala
- Keringat dingin
- Nafsu makan menurun
- Tubuh terasa tidak nyaman
- Mudah lelah
Pada kondisi tertentu, meriang juga dapat disertai:
- Batuk
- Pilek
- Nyeri tenggorokan
- Mual
- Diare
- Muntah
- Nyeri perut
Jika gejala tambahan mulai muncul, kemungkinan ada kondisi medis tertentu yang menjadi penyebabnya.
Penyebab Meriang yang Sering Terjadi
1. Cuaca Dingin dan Perubahan Suhu
Cuaca dingin menjadi penyebab meriang yang paling umum.
Ketika suhu lingkungan menurun drastis, tubuh akan bekerja keras mempertahankan suhu normal. Salah satu caranya adalah dengan menggigil.
Menggigil sebenarnya merupakan mekanisme alami tubuh untuk menghasilkan panas tambahan.
Kondisi ini sering terjadi saat:
- Kehujanan
- Terlalu lama berada di ruangan ber-AC
- Naik gunung
- Begadang di udara dingin
- Pergantian musim
Biasanya meriang akibat cuaca dingin akan membaik setelah tubuh kembali hangat.
Cara Mengatasi Meriang karena Cuaca Dingin
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Menggunakan pakaian hangat
- Memakai selimut
- Minum teh hangat
- Mengonsumsi wedang jahe
- Menghindari paparan udara dingin terlalu lama
- Mandi air hangat
Minuman hangat membantu tubuh terasa lebih nyaman sekaligus meningkatkan suhu tubuh secara perlahan.
2. Kelelahan dan Kurang Tidur
Tubuh yang terlalu lelah lebih mudah mengalami penurunan daya tahan.
Saat seseorang kurang tidur atau terlalu banyak beraktivitas tanpa istirahat cukup, sistem imun akan melemah. Akibatnya tubuh menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami meriang.
Banyak orang modern mengalami kondisi ini tanpa sadar.
Begadang, pekerjaan menumpuk, stres, pola makan buruk, serta kurang istirahat membuat tubuh bekerja terlalu keras.
Akhirnya muncul gejala seperti:
- Badan pegal
- Kepala berat
- Mata terasa panas
- Menggigil ringan
- Tubuh terasa “mau sakit”
Cara Mengatasi Meriang karena Kelelahan
Untuk membantu tubuh pulih, lakukan beberapa hal berikut:
- Tidur cukup minimal 7–8 jam
- Kurangi begadang
- Perbanyak minum air putih
- Konsumsi makanan bergizi
- Hindari aktivitas berat sementara waktu
Istirahat yang cukup sangat penting karena tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan energi dan memperbaiki sistem imun.
3. Flu dan Infeksi Virus
Flu menjadi salah satu penyebab meriang yang paling sering dialami masyarakat.
Ketika virus masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan bereaksi dengan meningkatkan suhu tubuh. Proses inilah yang memicu sensasi menggigil atau panas dingin.
Selain meriang, flu biasanya disertai gejala lain seperti:
- Batuk
- Pilek
- Demam
- Nyeri tenggorokan
- Bersin
- Pegal-pegal
- Sakit kepala
Infeksi virus lainnya seperti COVID-19 atau gastroenteritis juga bisa memicu meriang.
Cara Mengatasi Meriang karena Flu
Langkah yang dapat membantu mempercepat pemulihan antara lain:
- Istirahat cukup
- Memperbanyak minum air
- Konsumsi buah dan sayur
- Minum vitamin bila perlu
- Mengonsumsi makanan hangat
- Menggunakan obat penurun demam sesuai anjuran
Tubuh biasanya dapat melawan virus dengan baik jika kondisi fisik tetap terjaga.
4. Stres dan Kecemasan Berlebihan
Tidak banyak yang sadar bahwa stres juga bisa menyebabkan meriang.
Saat seseorang mengalami tekanan mental atau kecemasan, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol.
Akibatnya tubuh bisa mengalami:
- Jantung berdebar
- Keringat dingin
- Tangan dingin
- Tubuh gemetar
- Sensasi panas dingin
Respons ini sebenarnya bagian dari mekanisme alami tubuh saat menghadapi ancaman.
Cara Mengatasi Meriang karena Stres
Beberapa cara yang dapat membantu antara lain:
- Mengatur napas perlahan
- Mendengarkan musik relaksasi
- Tidur cukup
- Mengurangi konsumsi kafein
- Melakukan meditasi ringan
- Berolahraga secara rutin
Jika stres berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan profesional kesehatan mental dapat membantu.
5. Gula Darah Rendah atau Hipoglikemia
Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun terlalu rendah.
Kondisi ini sering dialami penderita diabetes, tetapi juga dapat terjadi pada orang sehat akibat telat makan atau aktivitas fisik berlebihan.
Gejala hipoglikemia meliputi:
- Tubuh menggigil
- Keringat dingin
- Pusing
- Tubuh lemas
- Sulit fokus
- Jantung berdebar
Dalam kondisi tertentu, hipoglikemia bahkan bisa menyebabkan pingsan.
Cara Mengatasi Hipoglikemia
Jika gejalanya masih ringan, konsumsi makanan atau minuman manis dapat membantu meningkatkan gula darah, misalnya:
- Teh manis
- Permen
- Roti
- Nasi
- Jus buah
Namun jika gejala semakin berat seperti sesak napas atau kehilangan kesadaran, segera cari bantuan medis.
6. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih atau ISK juga dapat menyebabkan tubuh meriang.
Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk dan menginfeksi saluran kemih.
Selain menggigil, gejala ISK biasanya meliputi:
- Nyeri saat buang air kecil
- Anyang-anyangan
- Urine keruh
- Nyeri perut bawah
- Demam
Jika infeksi menyebar ke ginjal, penderita bisa mengalami menggigil hebat dan demam tinggi.
Cara Mengatasi ISK
ISK akibat bakteri umumnya membutuhkan antibiotik dari dokter.
Selain itu, penderita dianjurkan:
- Banyak minum air putih
- Tidak menahan buang air kecil
- Menjaga kebersihan area intim
- Menghindari minuman berkafein sementara waktu
7. Hipotiroidisme
Hipotiroidisme adalah kondisi ketika tubuh kekurangan hormon tiroid.
Gangguan ini membuat metabolisme tubuh melambat sehingga penderita menjadi lebih sensitif terhadap udara dingin.
Akibatnya tubuh lebih mudah menggigil dan meriang.
Gejala Hipotiroidisme
Selain meriang, gejalanya dapat berupa:
- Mudah lelah
- Berat badan naik
- Kulit kering
- Rambut rontok
- Sulit berkonsentrasi
- Wajah tampak bengkak
Kondisi ini lebih sering dialami wanita usia dewasa.
Pengobatan Hipotiroidisme
Hipotiroidisme membutuhkan penanganan medis berupa terapi hormon tiroid sesuai resep dokter.
8. Efek Samping Obat Bius Setelah Operasi
Sebagian pasien mengalami meriang setelah menjalani operasi.
Kondisi ini biasanya dipicu oleh:
- Efek anestesi
- Suhu ruang operasi yang dingin
- Tubuh kehilangan panas selama prosedur
Efek tersebut dapat menyebabkan pasien menggigil setelah sadar dari operasi.
Cara Mengatasi Meriang Pasca Operasi
Dokter biasanya membantu menghangatkan tubuh pasien dengan:
- Selimut hangat
- Cairan infus hangat
- Pengaturan suhu ruangan
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan akan membaik secara bertahap.
Cara Mengatasi Meriang Secara Alami di Rumah
Pada kondisi ringan, meriang dapat diatasi dengan perawatan sederhana di rumah.
Berikut beberapa langkah yang dapat membantu.
Perbanyak Minum Air Putih
Tubuh membutuhkan cairan cukup untuk menjaga suhu tetap stabil dan membantu proses pemulihan.
Dehidrasi dapat membuat kondisi tubuh semakin lemah.
Istirahat yang Cukup
Saat meriang, tubuh sedang bekerja keras memulihkan diri.
Karena itu, istirahat menjadi salah satu cara terbaik untuk membantu proses penyembuhan.
Konsumsi Makanan Bergizi
Makanan sehat membantu menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.
Pilih makanan yang mengandung:
- Protein
- Vitamin
- Mineral
- Serat
Sup hangat juga dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman.
Minum Minuman Hangat
Minuman hangat seperti:
- teh hangat
- susu hangat
- wedang jahe
dapat membantu mengurangi rasa menggigil.
Gunakan Pakaian Hangat
Menjaga suhu tubuh tetap stabil dapat membantu meredakan gejala meriang lebih cepat.
Kompres Hangat
Kompres hangat pada area tertentu dapat membantu tubuh terasa lebih rileks.
Obat untuk Meredakan Meriang
Jika meriang disertai demam atau nyeri tubuh, beberapa obat dapat membantu mengurangi gejala, seperti:
- Paracetamol
- Ibuprofen
Namun penggunaan obat harus sesuai aturan pakai dan tidak berlebihan.
Jika memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.
Kapan Meriang Harus Diwaspadai?
Meskipun sering dianggap ringan, meriang juga bisa menjadi tanda penyakit serius.
Segera periksa ke dokter jika mengalami:
- Demam tinggi lebih dari tiga hari
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Muntah terus-menerus
- Diare berat
- Pingsan
- Tubuh terasa sangat lemah
- Buang air kecil berdarah
- Nyeri perut hebat
Gejala tersebut dapat mengindikasikan adanya infeksi serius atau gangguan kesehatan lain yang membutuhkan penanganan segera.
Cara Mencegah Tubuh Mudah Meriang
Mencegah tentu lebih baik dibanding mengobati.
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menjaga tubuh tetap sehat.
Menjaga Daya Tahan Tubuh
Konsumsi makanan sehat dan cukup tidur membantu sistem imun bekerja lebih optimal.
Rutin Berolahraga
Olahraga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap baik dan meningkatkan kebugaran.
Namun hindari aktivitas fisik berlebihan.
Mengelola Stres
Stres berkepanjangan dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan.
Menjaga Kebersihan
Rajin mencuci tangan membantu mencegah penyebaran virus dan bakteri.
Menghindari Cuaca Ekstrem
Gunakan pakaian sesuai kondisi cuaca agar suhu tubuh tetap stabil.
Apakah Meriang Sama dengan Demam?
Banyak orang menganggap meriang dan demam adalah kondisi yang sama.
Padahal keduanya berbeda.
Demam merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas normal.
Sedangkan meriang lebih mengarah pada sensasi tubuh tidak nyaman, menggigil, atau panas dingin yang belum tentu disertai kenaikan suhu tubuh signifikan.
Meski begitu, meriang memang sering menjadi tanda awal sebelum seseorang mengalami demam.
Kesimpulan
Meriang adalah kondisi umum yang bisa dialami siapa saja. Penyebabnya beragam, mulai dari cuaca dingin, kelelahan, stres, infeksi virus, gula darah rendah, hingga gangguan hormon.
Sebagian besar kasus meriang memang tidak berbahaya dan dapat membaik dengan istirahat cukup serta perawatan sederhana di rumah. Namun jika keluhan berlangsung lama atau disertai gejala berat, pemeriksaan medis tetap diperlukan agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat.
Menjaga pola hidup sehat, tidur cukup, mengelola stres, dan memperhatikan kondisi tubuh merupakan langkah penting untuk mencegah tubuh mudah meriang.
Tubuh biasanya selalu memberi sinyal saat ada sesuatu yang tidak beres. Karena itu, jangan terlalu sering mengabaikan rasa menggigil atau badan tidak nyaman yang muncul berulang kali. Semoga bermanfaat!.
(Mch)












