Ekobis dan Keuangan

Waspada Penipuan DJP dan Calo Coretax: Kenali Ciri, Risiko, dan Cara Menghindarinya

×

Waspada Penipuan DJP dan Calo Coretax: Kenali Ciri, Risiko, dan Cara Menghindarinya

Sebarkan artikel ini
Penipuan DJP
Waspada Penipuan DJP dan Calo Coretax (Cuitan Rakyat)

Di era digital seperti sekarang ini, kemudahan akses layanan perpajakan justru membuka celah baru bagi pelaku kejahatan siber. Salah satu modus yang belakangan marak adalah penipuan yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta praktik calo jasa Coretax.

Banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami sistem baru seperti Coretax, sehingga mudah tertipu oleh pihak-pihak yang menawarkan bantuan atau mengaku sebagai petugas resmi. Padahal, risiko yang ditimbulkan tidak main-main, mulai dari kebocoran data pribadi hingga kerugian finansial.

Artikel ini akan membahas secara lengkap:

  • Ciri-ciri penipuan DJP
  • Bahaya menggunakan jasa calo Coretax
  • Risiko nyata yang bisa terjadi
  • Cara melindungi diri dari penipuan pajak digital

Apa Itu Coretax dan Mengapa Jadi Target Penipuan?

Pengertian Coretax

Coretax adalah sistem administrasi perpajakan terbaru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan dalam pelaporan pajak. Sistem ini memungkinkan wajib pajak untuk mengelola kewajiban pajaknya secara digital.

Namun, seperti teknologi baru lainnya, tidak semua orang langsung memahami cara penggunaannya.

Mengapa Coretax Rentan Disalahgunakan?

Ada beberapa alasan mengapa Coretax menjadi target empuk bagi penipu:

  • Kurangnya literasi digital di kalangan masyarakat
  • Banyak pengguna baru yang belum familiar
  • Proses perpajakan dianggap rumit
  • Adanya rasa takut terhadap sanksi pajak

Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menipu korban dengan berbagai modus.

Modus 1: Penipuan Mengatasnamakan DJP

Salah satu modus paling umum adalah penipu yang berpura-pura menjadi petugas DJP.

Ciri-Ciri Penipuan DJP

Berikut tanda-tanda yang perlu Anda waspadai:

1. Menghubungi Lewat WhatsApp, SMS, atau Telepon

Penipu biasanya mengaku dari DJP dan menghubungi korban secara langsung.

  • Menggunakan nomor pribadi
  • Mengaku sebagai petugas pajak
  • Menggunakan bahasa formal untuk meyakinkan
Baca juga:
Apa Itu Obligasi? Panduan Lengkap Investasi Obligasi 2026

2. Mengirim Link Mencurigakan (Phishing)

Korban diarahkan untuk mengklik link tertentu.

  • Link menyerupai website resmi
  • Meminta login atau input data
  • Bisa mencuri username dan password

3. Meminta Instal Aplikasi Tertentu

Penipu meminta korban mengunduh aplikasi yang diklaim sebagai “Coretax”.

Padahal:

  • Aplikasi tersebut bisa berisi malware
  • Bisa mengakses data pribadi di HP

4. Meminta Data Sensitif

Ini adalah tanda paling jelas dari penipuan.

Data yang sering diminta:

  • Nomor rekening
  • OTP (One Time Password)
  • NPWP dan password
  • Data KTP

5. Mengancam dengan Denda atau Pemblokiran

Penipu menggunakan tekanan psikologis:

  • “Akun Anda akan diblokir”
  • “Akan dikenakan denda besar”
  • “Segera lakukan verifikasi sekarang”

Tujuannya agar korban panik dan mengikuti instruksi.

Modus 2: Calo Jasa Coretax

Selain penipuan langsung, ada juga praktik calo Coretax yang tak kalah berbahaya.

Siapa Itu Calo Coretax?

Calo adalah pihak yang menawarkan jasa pengurusan pajak melalui Coretax dengan imbalan tertentu.

Biasanya ditemukan di:

  • Media sosial
  • Grup WhatsApp
  • Forum online

Mengapa Banyak Orang Tergoda?

  • Ingin proses cepat dan mudah
  • Tidak paham sistem
  • Takut salah input data

Padahal, menggunakan jasa calo justru membuka risiko besar.

Risiko Menggunakan Calo Coretax

Menggunakan jasa calo bukan solusi, justru bisa membawa masalah serius.

1. Kebocoran Data Pribadi

Data Anda bisa disalahgunakan, seperti:

  • Dijual ke pihak lain
  • Digunakan untuk penipuan lanjutan

2. Akun Diambil Alih

Calo bisa:

  • Mengganti password
  • Mengontrol akun pajak Anda

3. Masalah Hukum

Jika terjadi pelanggaran:

  • Anda tetap yang bertanggung jawab
  • Bisa terkena sanksi pajak

4. Data Disalahgunakan

Data bisa digunakan untuk:

  • Pinjaman online ilegal
  • Aktivitas perjudian online
  • Penipuan atas nama Anda

Dampak Nyata Penipuan Pajak Digital

Banyak korban yang baru menyadari setelah terlambat.

Baca juga:
Warung Madura 24 Jam Wajib Punya Izin Usaha?

Beberapa dampak nyata:

  • Saldo rekening hilang
  • Identitas digunakan untuk pinjol
  • Terjerat masalah hukum
  • Kehilangan akses akun pajak

Kerugian tidak hanya materi, tetapi juga reputasi.

Cara Menghindari Penipuan DJP dan Calo Coretax

Agar tidak menjadi korban, berikut langkah-langkah penting yang bisa Anda lakukan.

1. Jangan Percaya Kontak Tidak Resmi

DJP tidak akan:

  • Menghubungi via WhatsApp pribadi
  • Meminta data sensitif

Jika ragu, cek langsung ke kanal resmi.

2. Hindari Klik Link Sembarangan

Selalu periksa:

  • URL website
  • Keamanan (https)
  • Domain resmi

3. Jangan Berikan Data Pribadi

Ingat:

  • OTP bersifat rahasia
  • Password tidak boleh dibagikan

4. Gunakan Aplikasi Resmi

Unduh hanya dari:

  • Play Store
  • App Store

Pastikan pengembang resmi.

5. Laporkan Jika Menemukan Penipuan

Segera laporkan ke:

  • DJP
  • Otoritas terkait
  • Platform tempat penipuan terjadi

Tips Aman Menggunakan Coretax

Agar tetap aman saat menggunakan Coretax, lakukan hal berikut:

Gunakan Password Kuat

  • Kombinasi huruf, angka, simbol
  • Jangan gunakan tanggal lahir

Aktifkan Verifikasi Ganda

Jika tersedia, gunakan fitur keamanan tambahan.

Rutin Cek Aktivitas Akun

Pantau aktivitas mencurigakan.

Jangan Gunakan Jaringan Publik

Hindari login di WiFi umum tanpa keamanan.

Edukasi Digital Jadi Kunci Utama

Penipuan seperti ini tidak akan berhenti selama masih ada korban.

Solusi jangka panjang:

  • Tingkatkan literasi digital
  • Edukasi masyarakat
  • Sosialisasi dari pemerintah

Semakin banyak yang paham, semakin kecil peluang penipu.

Kesimpulan

Penipuan yang mengatasnamakan DJP dan praktik calo Coretax merupakan ancaman nyata di era digital. Modusnya semakin canggih dan sering memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat.

Kunci utama untuk menghindarinya adalah:

  • Waspada terhadap komunikasi mencurigakan
  • Tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku resmi
  • Menjaga kerahasiaan data pribadi

Ingat, keamanan data adalah tanggung jawab kita sendiri. Jangan sampai kelalaian kecil berujung pada kerugian besar.

Baca juga:
Apa Itu Agunan: Fungsi, Contoh, dan Jenisnya

FAQ (Pertanyaan Umum)

Apakah DJP pernah meminta data lewat WhatsApp?

Tidak. DJP tidak meminta data sensitif melalui WhatsApp atau SMS.

Apakah boleh menggunakan jasa calo Coretax?

Tidak disarankan karena berisiko tinggi terhadap keamanan data dan hukum.

Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur klik link phishing?

Segera:

  • Ganti password
  • Hubungi bank (jika terkait finansial)
  • Laporkan ke pihak berwenang

Semoga bermanfaat!.

(Mch)