Otomotif

Setir Mobil Goyang Kanan Kiri? Ini Penyebab dan Solusinya

×

Setir Mobil Goyang Kanan Kiri? Ini Penyebab dan Solusinya

Sebarkan artikel ini
Setir Mobil Goyang Kanan Kiri
Ilustrasi (Cuitan Rakyat)

Pernah nggak sih, lagi nyetir santai di jalan lurus tiba-tiba setir terasa bergetar, bergoyang, bahkan seperti “lari sendiri” ke kanan atau kiri? Awalnya mungkin cuma getaran kecil yang dianggap biasa. Namun makin lama, sensasinya berubah jadi mengganggu. Tangan jadi harus mencengkeram setir lebih kuat. Mobil terasa kurang stabil. Bahkan rasa percaya diri saat berkendara perlahan ikut hilang.

Masalah setir mobil goyang kanan kiri memang sering dianggap sepele oleh sebagian pemilik kendaraan. Padahal, gejala ini bisa menjadi tanda adanya kerusakan pada komponen penting, mulai dari ban, velg, sistem pengereman, hingga kaki-kaki mobil.

Yang bikin repot, sumber masalahnya sering tidak berasal dari satu titik saja. Kadang penyebabnya sederhana seperti tekanan angin ban yang berbeda. Tapi dalam kasus lain, setir goyang bisa menjadi sinyal kerusakan serius pada rack steer atau bearing roda.

Karena itu, memahami penyebab setir mobil goyang sangat penting agar Anda tidak salah diagnosa dan terhindar dari pengeluaran bengkel yang membengkak.

Artikel ini akan membahas secara lengkap penyebab setir mobil goyang kanan kiri, ciri-cirinya, cara mengatasinya, hingga tips perawatan agar sistem kemudi tetap stabil dan nyaman digunakan sehari-hari.

Kenapa Setir Mobil Bisa Goyang?

Secara sederhana, setir mobil akan terasa goyang ketika ada ketidakseimbangan pada sistem putaran roda atau komponen kemudi. Karena lingkar kemudi terhubung langsung dengan roda depan, setiap gangguan kecil di area ban, suspensi, maupun kaki-kaki akan langsung terasa di tangan pengemudi.

Kadang getaran muncul hanya saat kecepatan tinggi. Kadang hanya terasa ketika mengerem. Ada juga yang muncul saat melewati jalan bergelombang.

Nah, pola munculnya getaran ini sebenarnya bisa membantu menentukan sumber kerusakan.

Misalnya:

  • Setir goyang saat kecepatan tinggi → biasanya masalah balancing
  • Setir bergetar saat rem diinjak → kemungkinan cakram rem bergelombang
  • Setir terasa oblak di jalan rusak → sering berkaitan dengan kaki-kaki
  • Setir menarik ke satu sisi → bisa berasal dari ban atau spooring
Baca juga:
Cara Memilih Asuransi Kendaraan yang Tepat dan Menguntungkan

Maka sebelum buru-buru mengganti komponen mahal, penting untuk memahami sumber masalahnya terlebih dahulu.

Penyebab Setir Mobil Goyang Kanan Kiri

1. Balancing Roda Bermasalah

Ini salah satu penyebab paling umum sekaligus paling sering terjadi.

Balancing roda adalah proses menyeimbangkan distribusi berat pada ban dan velg agar roda dapat berputar stabil. Ketika distribusi berat tidak seimbang, roda akan menghasilkan getaran saat berputar cepat.

Biasanya gejalanya terasa pada kecepatan tertentu.

Contohnya:

  • Setir mulai bergetar di 60 km/jam
  • Makin terasa di 80 km/jam
  • Sedikit berkurang di atas 100 km/jam

Fenomena ini sering membuat pengemudi bingung karena getarannya muncul pada “angka tertentu”.

Penyebab balancing berubah:

  • Ban aus tidak merata
  • Timbal balancing lepas
  • Velg pernah menghantam lubang
  • Ban sering terkena benturan keras

Solusi:

Lakukan balancing di bengkel spooring dan balancing terpercaya. Proses ini relatif cepat dan biaya masih cukup terjangkau dibanding kerusakan kaki-kaki yang lebih berat.

Idealnya balancing dilakukan:

  • Setiap 10.000 km
  • Setelah ganti ban
  • Setelah menghantam lubang besar
  • Saat setir mulai bergetar

2. Ban Benjol atau Flat Spot

Ban mobil ternyata punya “memori luka”. Sekali menghantam lubang keras, struktur internalnya bisa rusak meski dari luar terlihat normal.

Ketika kawat ban putus di bagian dalam, permukaan ban akan membentuk benjolan kecil. Nah, benjolan ini membuat putaran roda menjadi tidak sempurna.

Akibatnya?
Setir terasa seperti memantul kecil secara terus-menerus.

Selain benjol, ada juga kondisi bernama flat spot. Ini terjadi ketika satu area ban menjadi lebih datar dibanding bagian lainnya.

Penyebab flat spot:

  • Mobil terlalu lama parkir
  • Pengereman mendadak
  • Ban terkunci saat rem keras

Ciri-ciri:

  • Setir goyang perlahan
  • Mobil seperti “meloncat kecil”
  • Getaran terasa konsisten
Baca juga:
Cara Mengatasi Dop Velg Mobil Sering Hilang

Solusi:

Kalau kerusakan masih ringan, ban bisa dipindahkan posisinya. Namun jika benjol sudah parah, penggantian ban adalah pilihan paling aman.

Jangan nekat memakai ban benjol terlalu lama. Risiko pecah ban di kecepatan tinggi sangat berbahaya.

3. Tekanan Angin Ban Tidak Sama

Kelihatannya sepele. Tapi ini sering jadi penyebab mobil terasa tidak stabil.

Ketika tekanan angin ban kanan dan kiri berbeda jauh, karakter putaran roda ikut berubah. Akibatnya setir terasa menarik ke satu sisi atau bergoyang saat mobil melaju.

Contohnya:

  • Ban kanan depan 35 psi
  • Ban kiri depan 26 psi

Perbedaan ini cukup untuk mengubah kenyamanan dan kestabilan mobil.

Dampaknya:

  • Setir terasa berat sebelah
  • Mobil cenderung belok sendiri
  • Ban cepat aus
  • Konsumsi BBM lebih boros

Solusi:

Cek tekanan angin minimal seminggu sekali. Gunakan standar tekanan sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tertulis di pintu pengemudi.

4. Velg Peyang atau Tidak Presisi

Indonesia punya satu “musuh besar” bagi velg mobil: lubang jalan.

Sekali menghantam lubang dalam dengan kecepatan tinggi, velg bisa berubah bentuk. Kadang tidak terlihat jelas. Namun efeknya langsung terasa pada putaran roda.

Velg peyang membuat roda tidak berputar secara sentris.

Bayangkan kipas angin yang baling-balingnya bengkok. Putarannya pasti tidak stabil. Nah, kira-kira seperti itu juga yang terjadi pada roda mobil.

Gejala:

  • Setir bergetar di kecepatan tertentu
  • Mobil terasa limbung
  • Ban cepat aus di satu sisi

Solusi:

Velg bisa diperbaiki jika kerusakan ringan. Namun jika retak atau deformasinya terlalu parah, lebih aman menggantinya.

5. Tie Rod dan Long Tie Rod Aus

Kalau ban dan velg sudah aman tapi setir masih goyang, saatnya melirik sektor kaki-kaki.

Baca juga:
Cara Mengganti Kampas Rem Mobil Sendiri dengan Aman dan Tepat

Tie rod adalah komponen penghubung antara rack steer dan roda. Komponen ini bekerja terus-menerus setiap mobil berbelok.

Seiring usia pemakaian, tie rod bisa longgar atau aus.

Saat terjadi kelonggaran, roda depan tidak lagi stabil. Akibatnya roda bisa bergerak sendiri secara liar meski setir tidak diputar.

Tanda tie rod rusak:

  • Setir terasa oblak
  • Bunyi “tek-tek” saat belok
  • Mobil tidak stabil di jalan bergelombang

Solusi:

Penggantian tie rod biasanya harus diikuti spooring ulang agar posisi roda kembali presisi.

6. Ball Joint Mulai Rusak

Ball joint ibarat engsel utama pada sistem suspensi mobil.

Komponen kecil ini punya tugas besar: menopang gerakan roda saat naik turun sekaligus menjaga kestabilan arah.

Kalau ball joint aus, roda akan punya celah gerak berlebihan.

Dan di sinilah masalah dimulai.

Gejala:

  • Setir bergetar
  • Bunyi gluduk saat jalan rusak
  • Ban aus tidak rata
  • Mobil terasa limbung

Yang bikin ngeri, ball joint rusak parah bisa menyebabkan roda copot dari dudukannya.

Makanya jangan abaikan bunyi-bunyi aneh di kaki-kaki.

7. Bushing Arm Pecah atau Getas

Bushing arm adalah karet penyangga pada suspensi. Fungsinya menyerap getaran sekaligus menjaga posisi lengan ayun tetap stabil.

Karena terbuat dari karet, usia bushing memang terbatas.

Panas, air, debu, dan usia membuatnya getas lalu pecah.

Ketika bushing rusak:

  • roda berubah posisi saat menerima beban,
  • setir jadi tidak stabil,
  • dan mobil terasa “ngambang”.

Ciri khas:

  • Bunyi jeduk saat melewati polisi tidur
  • Setir terasa liar di jalan bergelombang
  • Mobil sulit dikendalikan saat kecepatan tinggi

8. Cakram Rem Bergelombang

Kalau setir hanya goyang saat mengerem, hampir pasti sumbernya ada di sistem pengereman.

Baca juga:
Cara Merawat Motor Matic Agar Awet dan Irit

Penyebab paling umum adalah cakram rem bergelombang.

Ini terjadi karena:

  • rem terlalu panas,
  • lalu terkena air secara mendadak,
  • sehingga permukaan cakram berubah bentuk.

Saat kampas menjepit cakram yang tidak rata, muncul getaran yang diteruskan ke setir.

Gejala:

  • Setir bergetar saat rem diinjak
  • Pedal rem terasa memantul
  • Mobil terasa berguncang ketika deselerasi

Solusi:

  • Bubut cakram jika masih layak
  • Ganti cakram jika terlalu tipis

9. Rack Steer Bermasalah

Rack steer adalah pusat sistem kemudi mobil. Komponen ini mengubah putaran setir menjadi gerakan roda kanan dan kiri.

Kalau rack steer aus atau longgar, setir akan kehilangan presisi.

Tanda rack steer rusak:

  • Setir terlalu ringan
  • Ada bunyi gluduk
  • Muncul rembesan oli power steering
  • Mobil sulit menjaga arah lurus

Kerusakan rack steer biasanya muncul pada mobil dengan usia pakai tinggi atau yang sering melewati jalan rusak.

Biaya perbaikannya juga tidak murah. Karena itu perawatan rutin sangat penting.

10. Bearing Roda Aus

Bearing roda sering terlupakan karena letaknya tersembunyi.

Padahal komponen ini bekerja terus setiap roda berputar.

Saat bearing aus:

  • roda memiliki celah gerak,
  • putaran menjadi tidak stabil,
  • dan setir ikut bergetar.

Gejala khas:

  • Suara dengung dari roda
  • Bunyi makin keras saat kecepatan naik
  • Setir terasa goyang

Cara cek:

Dongkrak roda lalu goyangkan secara horizontal. Jika terasa oblak, bearing kemungkinan sudah rusak.

Bahaya Membiarkan Setir Mobil Goyang

Banyak orang menunda perbaikan karena merasa mobil masih bisa jalan.

Padahal setir goyang bukan sekadar soal kenyamanan.

Risikonya cukup serius:

  • Ban aus lebih cepat
  • Konsumsi BBM meningkat
  • Kaki-kaki cepat rusak
  • Mobil sulit dikendalikan
  • Risiko kecelakaan meningkat

Pada kondisi ekstrem, kerusakan kaki-kaki bahkan bisa menyebabkan roda lepas saat mobil melaju.

Baca juga:
Biaya Ganti Baterai Innova Zenix Hybrid Tembus Rp 48 Juta

Itu bukan sesuatu yang ingin dialami siapa pun.

Cara Mencegah Setir Mobil Goyang

Mencegah jelas lebih murah dibanding memperbaiki.

Berikut beberapa langkah sederhana yang sangat membantu menjaga stabilitas kemudi.

Lakukan Spooring dan Balancing Rutin

Idealnya setiap:

  • 10.000 km
  • Setelah menghantam lubang keras
  • Setelah mengganti komponen kaki-kaki

Hindari Jalan Rusak dengan Kecepatan Tinggi

Lubang jalan adalah pembunuh diam-diam bagi:

  • velg,
  • ban,
  • tie rod,
  • ball joint,
  • hingga rack steer.

Kurangi kecepatan saat melewati jalan rusak.

Cek Tekanan Ban Secara Berkala

Tekanan ban yang tepat membuat:

  • handling lebih stabil,
  • ban lebih awet,
  • konsumsi BBM lebih hemat.

Dengarkan Bunyi Aneh dari Kolong

Kadang mobil “berbicara” sebelum benar-benar rusak.

Bunyi:

  • gluduk,
  • tek-tek,
  • dengung,
  • atau jeduk

adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan.

Servis di Bengkel Kaki-kaki Terpercaya

Tidak semua bengkel punya kemampuan diagnosa kaki-kaki yang baik.

Pilih bengkel yang:

  • punya alat spooring modern,
  • teknisi berpengalaman,
  • dan transparan soal kerusakan.

Kesimpulan

Setir mobil goyang kanan kiri bukan masalah yang boleh dianggap sepele. Gejala ini bisa berasal dari berbagai sumber, mulai dari balancing roda, ban benjol, velg peyang, hingga kerusakan serius pada kaki-kaki dan rack steer.

Semakin cepat masalah dideteksi, semakin kecil biaya perbaikannya.

Jangan tunggu sampai getaran kecil berubah menjadi kerusakan besar yang menguras dompet.

Perawatan rutin seperti spooring, balancing, pengecekan tekanan ban, dan inspeksi kaki-kaki secara berkala akan membantu menjaga mobil tetap nyaman, aman, dan stabil di segala kondisi jalan.

Karena pada akhirnya, kenyamanan berkendara bukan cuma soal kabin senyap atau audio bagus. Kadang rasa tenang itu dimulai dari satu hal sederhana: setir yang tetap lurus dan stabil di tangan. Semoga bermanfaat!.

(Mch)