Berita

Proyek Lapen di Desa Lamongan Diduga Tidak Transparan dan Tidak Sesuai Spesifikasi

×

Proyek Lapen di Desa Lamongan Diduga Tidak Transparan dan Tidak Sesuai Spesifikasi

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO – Proyek lapis penetrasi (lapen) di Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, diduga tidak dilaksanakan secara transparan. Hal ini terlihat dari tidak adanya papan nama proyek di lokasi pekerjaan, yang seharusnya menjadi informasi publik terkait sumber anggaran, pelaksana, dan nilai proyek.

Salah satu proyek lapen tersebut memiliki panjang sekitar 85 meter dengan lebar jalan 2,5 meter. Namun, dalam pelaksanaannya, bahan yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Material batu yang digunakan juga menuai sorotan. Seharusnya proyek menggunakan batu pecah sesuai standar RAB, namun di lapangan ditemukan penggunaan batu padas yang dinilai lebih rapuh dan mudah hancur, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas dan daya tahan jalan.

Selain itu, proses pengerjaan proyek dilakukan pada malam hari. Padahal, secara teknis pekerjaan semacam ini idealnya dilakukan pada siang hari agar kualitas pengerjaan dapat lebih terkontrol dan diawasi dengan baik.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kualitas proyek tersebut. Ia menilai pekerjaan dilakukan secara asal-asalan dan berpotensi tidak bertahan lama.

“Kalau dikerjakan seperti ini, kami khawatir jalannya cepat rusak,” ujarnya.

Warga berharap pihak terkait segera melakukan pengawasan dan evaluasi agar proyek yang menggunakan anggaran publik dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

(MCH)