Kesehatan

Makan Telur Bikin Kolesterol Naik? Ini Faktanya

×

Makan Telur Bikin Kolesterol Naik? Ini Faktanya

Sebarkan artikel ini
Makan Telur Bikin Kolesterol Naik
Ilustrasi (Cuitan Rakyat)

“Jangan kebanyakan makan telur, nanti kolesterol naik.” Kalimat seperti itu mungkin sudah terlalu sering terdengar. Bahkan, sebagian orang sampai merasa bersalah hanya karena sarapan telur rebus dua hari berturut-turut. Lucunya, di sisi lain, banyak ahli gizi justru menyebut telur sebagai salah satu makanan paling padat nutrisi di dunia. Nah, jadi sebenarnya siapa yang benar?

Saya pribadi pernah berada di posisi serba bingung soal telur. Di satu sisi, telur praktis, murah, mengenyangkan, dan rasanya seperti penyelamat tanggal tua. Tapi di sisi lain, bayang-bayang kolesterol sering bikin waswas. Apalagi kalau melihat informasi di internet yang kadang saling bertabrakan seperti kendaraan di lampu merah jam pulang kantor.

Setelah membaca berbagai penelitian dan rekomendasi kesehatan terbaru, ternyata hubungan antara makan telur dan kolesterol tidak sesederhana “makan telur = kolesterol tinggi”. Ada banyak faktor lain yang ikut bermain. Mulai dari pola makan secara keseluruhan, cara memasak, jumlah telur yang dikonsumsi, sampai kondisi kesehatan masing-masing orang.

Artikel ini akan membahas semuanya secara lengkap, santai, tetapi tetap berbasis fakta medis. Jadi kalau kamu masih takut makan telur, mungkin setelah membaca ini pandanganmu bakal sedikit berubah.

Mengenal Kolesterol: Tidak Selalu Jahat

Banyak orang langsung panik ketika mendengar kata “kolesterol”. Padahal, tubuh manusia sebenarnya membutuhkan kolesterol untuk menjalankan berbagai fungsi penting.

Kolesterol adalah zat lemak yang diproduksi secara alami oleh hati. Tubuh memanfaatkannya untuk membentuk hormon, memproduksi vitamin D, serta membantu proses pencernaan makanan.

Ibaratnya begini. Kolesterol itu seperti garam di dapur. Kalau jumlahnya pas, masakan jadi nikmat. Tapi kalau kebanyakan, hasilnya bisa berantakan.

Jenis Kolesterol dalam Tubuh

Secara umum, ada tiga jenis lemak darah yang perlu diketahui:

Baca juga:
Tubuh Menggigil Terus? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

1. Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein)

HDL sering disebut sebagai kolesterol baik. Tugasnya membantu membawa kolesterol berlebih kembali ke hati untuk dibuang dari tubuh.

Semakin tinggi HDL, biasanya semakin baik.

2. Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein)

Nah, ini yang sering disebut kolesterol jahat. Jika kadarnya terlalu tinggi, LDL bisa menumpuk di pembuluh darah dan memicu penyumbatan.

3. Trigliserida

Jenis lemak ini berasal dari kalori berlebih yang tidak digunakan tubuh. Kadar trigliserida tinggi juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia

Berikut kisaran kadar kolesterol yang masih dianggap aman:

Usia LDL HDL Trigliserida
≤ 19 tahun <100 mg/dL >45 mg/dL <150 mg/dL
≥ 20 tahun <100 mg/dL >40 mg/dL <150 mg/dL

Menariknya, kadar kolesterol tidak hanya dipengaruhi makanan. Faktor genetik, stres, kurang tidur, obesitas, hingga kebiasaan merokok juga punya pengaruh besar.

Jadi kalau ada orang yang bilang, “Aku jarang makan telur tapi kolesterol tinggi,” itu sangat mungkin terjadi.

Kandungan Nutrisi Telur yang Sering Diremehkan

Telur bukan sekadar lauk sederhana. Di balik cangkangnya yang tipis, ada banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.

Dalam satu butir telur terdapat:

  • Protein berkualitas tinggi
  • Vitamin A
  • Vitamin D
  • Vitamin B12
  • Kolin
  • Selenium
  • Fosfor
  • Zinc
  • Lemak sehat
  • Antioksidan

Yang menarik, protein telur termasuk protein lengkap. Artinya, telur mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Makanya banyak atlet, binaragawan, sampai orang yang sedang diet sehat menjadikan telur sebagai menu andalan.

Saya bahkan pernah melihat seorang pelatih gym bercanda begini:

“Kalau telur bisa ngomong, mungkin dia capek disalahin terus.”

Dan ya, ada benarnya juga.

Jadi, Benarkah Telur Bisa Menyebabkan Kolesterol Tinggi?

Jawabannya: bisa iya, bisa tidak.

Baca juga:
Apakah Tahu Aman untuk Asam Urat? Ini Penjelasannya

Tergantung bagaimana cara mengonsumsinya.

Di dalam satu kuning telur memang terdapat sekitar 186 mg kolesterol. Jumlah ini tergolong cukup tinggi dibanding beberapa jenis makanan lain.

Namun, penelitian modern menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan tidak selalu otomatis meningkatkan kolesterol darah secara signifikan pada semua orang.

Tubuh manusia ternyata cukup pintar.

Saat asupan kolesterol dari makanan meningkat, hati biasanya akan menyesuaikan produksi kolesterol alami agar tetap seimbang.

Masalah mulai muncul ketika konsumsi telur dilakukan berlebihan dan dibarengi pola makan buruk lainnya.

Contohnya:

  • Telur digoreng dengan banyak minyak
  • Ditambah mentega berlebihan
  • Dimakan bersama sosis dan daging olahan
  • Jarang olahraga
  • Sering konsumsi fast food
  • Kurang tidur

Nah, kombinasi seperti ini yang lebih berbahaya.

Jadi sering kali bukan telurnya semata yang menjadi “penjahat utama”, melainkan gaya hidup secara keseluruhan.

Kandungan Lemak pada Berbagai Jenis Telur

Kandungan lemak tiap jenis telur berbeda-beda. Berikut gambaran sederhananya:

Telur Ayam Kampung

Dalam 100 gram mengandung sekitar 14 gram lemak.

Telur Ayam Negeri

Dalam 100 gram mengandung sekitar 31,9 gram lemak.

Telur Bebek

Dalam 100 gram mengandung sekitar 35 gram lemak.

Telur Puyuh

Dalam 100 gram mengandung sekitar 7 gram lemak.

Dari sini terlihat bahwa tidak semua telur memiliki kandungan lemak yang sama.

Makanya, kalau kamu sedang menjaga kadar kolesterol, pemilihan jenis telur juga bisa dipertimbangkan.

Berapa Batas Aman Konsumsi Telur?

Ini pertanyaan paling populer.

Berdasarkan berbagai penelitian kesehatan, konsumsi sekitar 1 butir telur per hari masih tergolong aman bagi kebanyakan orang sehat.

Bahkan beberapa studi menunjukkan konsumsi telur dalam jumlah wajar tidak meningkatkan risiko penyakit jantung pada orang sehat.

Namun, ada pengecualian untuk orang dengan kondisi tertentu seperti:

  • Diabetes
  • Hiperkolesterolemia
  • Penyakit jantung
  • Gangguan metabolisme
Baca juga:
Manfaat Telur Bebek untuk Kesehatan Tubuh

Kelompok ini sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai batas konsumsi telur yang aman.

Putih Telur vs Kuning Telur: Mana yang Lebih Sehat?

Kalau bicara protein murni, putih telur memang juaranya.

Putih telur rendah kalori dan hampir tidak mengandung lemak maupun kolesterol.

Sementara itu, kuning telur justru menyimpan banyak vitamin dan nutrisi penting. Jadi sebenarnya sayang juga kalau selalu dibuang.

Solusi terbaik biasanya adalah menjaga porsinya.

Misalnya:

  • 1 telur utuh + tambahan putih telur
  • Tidak mengonsumsi kuning telur berlebihan setiap hari

Cara ini cukup populer di kalangan orang yang sedang menjaga pola makan.

Cara Memasak Telur Juga Sangat Berpengaruh

Ini bagian yang sering dilupakan.

Telur rebus tentu berbeda efek kesehatannya dibanding telur goreng crispy penuh minyak.

Beberapa cara memasak telur yang lebih sehat antara lain:

Telur Rebus

Pilihan paling aman dan minim tambahan lemak.

Telur Kukus

Teksturnya lembut dan lebih ringan di lambung.

Orak-Arik Minim Minyak

Gunakan sedikit olive oil atau mentega sehat secukupnya.

Sebaliknya, terlalu sering mengonsumsi telur yang digoreng dalam minyak banyak dapat meningkatkan asupan lemak jenuh.

Makanan Pendamping Telur Juga Menentukan

Ini poin penting.

Sering kali telur “dituduh” menaikkan kolesterol, padahal penyebab sebenarnya justru makanan lain yang menemani telur.

Misalnya:

  • Sosis
  • Nugget
  • Daging olahan
  • Kentang goreng
  • Kulit ayam goreng
  • Makanan cepat saji

Kalau sarapan telur rebus ditemani sayuran dan buah, hasilnya tentu berbeda dibanding telur goreng dengan mi instan jumbo tengah malam.

Tubuh manusia bekerja seperti sebuah orkestra. Yang menentukan kesehatan bukan satu alat musik saja, melainkan keseluruhan permainan.

Manfaat Telur untuk Kesehatan Tubuh

Selain praktis dan murah, telur punya banyak manfaat kesehatan.

Baca juga:
Fungsi Vitamin K untuk Tubuh dan Cara Memenuhi Kebutuhannya

1. Membantu Membentuk Otot

Protein telur membantu proses regenerasi dan pembentukan massa otot.

Makanya banyak atlet rutin mengonsumsi telur.

2. Menjaga Kesehatan Mata

Telur mengandung lutein dan zeaxanthin yang baik untuk mata.

3. Membantu Fungsi Otak

Kandungan kolin pada telur penting untuk kesehatan otak dan sistem saraf.

4. Membantu Menurunkan Berat Badan

Telur memberi rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol nafsu makan.

Saya pribadi pernah mencoba sarapan telur rebus selama beberapa minggu. Hasilnya? Keinginan ngemil gorengan sore hari jauh berkurang. Dompet juga sedikit lebih bahagia.

Risiko Kolesterol Tinggi yang Tidak Boleh Diremehkan

Walaupun telur tidak selalu menjadi penyebab utama, kolesterol tinggi tetap kondisi yang serius.

Jika kadar LDL terlalu tinggi, pembuluh darah bisa menyempit akibat penumpukan plak.

Akibatnya, risiko penyakit berikut meningkat:

  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit pembuluh darah

Yang bikin berbahaya, kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala jelas.

Banyak orang terlihat sehat, masih aktif bekerja, masih kuat naik tangga, tetapi ternyata hasil cek darahnya sudah “lampu merah”.

Tips Menjaga Kolesterol Tetap Stabil

Kalau kamu ingin tetap bisa makan telur tanpa terlalu khawatir, beberapa kebiasaan berikut sangat membantu:

Perbanyak Sayur dan Buah

Serat membantu mengontrol kadar kolesterol.

Rutin Berolahraga

Tidak harus ekstrem. Jalan kaki 30 menit saja sudah bagus.

Kurangi Gorengan

Ini musuh lama yang sering sulit diputuskan hubungannya.

Hindari Rokok

Merokok bisa menurunkan HDL atau kolesterol baik.

Batasi Gula Berlebihan

Terlalu banyak gula juga bisa memengaruhi trigliserida.

Tidur yang Cukup

Kurang tidur ternyata ikut berdampak pada metabolisme tubuh.

Apakah Semua Orang Harus Takut Makan Telur?

Tidak juga.

Baca juga:
Antihistamin Alami untuk Redakan Alergi Secara Aman

Bagi sebagian besar orang sehat, telur tetap merupakan makanan bergizi tinggi yang aman dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Masalahnya sering kali bukan pada telur, melainkan pola hidup modern yang:

  • terlalu banyak makanan ultra-proses,
  • kurang gerak,
  • stres berkepanjangan,
  • dan kebiasaan makan sembarangan.

Telur hanya kebagian reputasi buruk karena terlalu lama dijadikan kambing hitam.

Padahal kalau dipikir-pikir, telur sudah menemani manusia sejak lama. Dari warung nasi sederhana sampai restoran mahal, telur selalu hadir seperti teman lama yang fleksibel.

Kesimpulan

Makan telur memang mengandung kolesterol, terutama pada bagian kuningnya. Namun, konsumsi telur dalam jumlah wajar umumnya tidak langsung menyebabkan kolesterol tinggi pada orang sehat.

Yang lebih menentukan justru:

  • jumlah konsumsi,
  • cara memasak,
  • pola makan keseluruhan,
  • aktivitas fisik,
  • dan kondisi kesehatan masing-masing.

Mengonsumsi sekitar 1 butir telur per hari masih dianggap aman bagi kebanyakan orang. Bahkan, telur justru memiliki banyak manfaat kesehatan karena kaya protein, vitamin, dan nutrisi penting lainnya.

Jadi, daripada takut berlebihan terhadap telur, lebih baik fokus membangun pola hidup sehat secara menyeluruh.

Karena pada akhirnya, kesehatan bukan ditentukan oleh satu makanan saja, melainkan kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus setiap hari. Semoga bermanfaat.!

(Mch)