Kesehatan

Gejala Virus Hanta yang Perlu Diwaspadai Sejak Awal

×

Gejala Virus Hanta yang Perlu Diwaspadai Sejak Awal

Sebarkan artikel ini
virus hanta
Ilustrasi (Cuitan Rakyat)

Demam mendadak. Badan pegal. Kepala terasa berat seperti dipukul palu kecil sejak pagi. Banyak orang mengira kondisi seperti ini cuma “masuk angin”, kelelahan, atau flu musiman biasa. Padahal, dalam beberapa kasus tertentu, keluhan tersebut bisa menjadi tanda awal infeksi virus hanta.

Belakangan ini, istilah hantavirus kembali ramai diperbincangkan setelah muncul laporan kasus pada kapal pesiar Hondius di awal Mei 2026. Berita itu membuat banyak orang mulai bertanya-tanya: sebenarnya virus hanta itu apa? Apakah berbahaya? Dan yang paling penting, bagaimana cara mengenali gejalanya sejak dini?

Hal yang membuat virus ini cukup tricky adalah pola gejalanya berkembang perlahan. Awalnya tampak ringan. Bahkan nyaris tidak berbeda dari flu biasa. Namun pada sebagian penderita, kondisi dapat memburuk dalam waktu cepat dan menyerang paru-paru maupun ginjal.

Karena itu, memahami gejala virus hanta bukan sekadar tambahan informasi kesehatan. Ini soal kewaspadaan.

Apa Itu Virus Hanta?

Virus hanta atau hantavirus adalah kelompok virus yang umumnya ditularkan melalui tikus, terutama dari urine, air liur, atau kotorannya. Virus ini pertama kali dikenali sekitar tahun 1970-an di wilayah Sungai Han, Korea Selatan. Dari situlah nama “hantavirus” berasal.

Seiring waktu, berbagai strain atau varian hantavirus ditemukan di banyak negara, termasuk Indonesia. Masing-masing strain memiliki karakteristik berbeda. Ada yang lebih agresif menyerang paru-paru. Ada pula yang lebih dominan menyerang ginjal.

Yang menarik sekaligus mengkhawatirkan, beberapa strain tertentu diketahui dapat menular antarmanusia meski kasusnya sangat jarang. Salah satu yang paling sering dibahas adalah strain Andes yang ditemukan di Amerika Selatan.

Meski begitu, WHO menyebut risiko virus hanta berkembang menjadi pandemi global seperti COVID-19 tergolong rendah. Kasusnya relatif jarang. Akan tetapi, tingkat keparahannya tetap tidak boleh diremehkan.

Baca juga:
Hiperpireksia: Penyebab, Gejala, dan Cara Menangani Suhu Tubuh di Atas 41°C

Bagaimana Virus Hanta Menular?

Banyak orang mengira penularannya terjadi lewat gigitan tikus. Faktanya, sebagian besar infeksi justru terjadi saat seseorang tanpa sadar menghirup partikel virus dari udara.

Misalnya begini.

Ada gudang lama yang penuh debu dan kotoran tikus. Saat dibersihkan, partikel kecil dari urine atau feses tikus beterbangan ke udara. Jika terhirup, virus dapat masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan.

Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui:

  • Menyentuh benda yang terkontaminasi
  • Mengonsumsi makanan yang terkena urine tikus
  • Gigitan tikus meski lebih jarang
  • Kontak dengan air liur hewan pembawa

Lingkungan yang lembap, kotor, jarang dibersihkan, atau banyak tikus menjadi area dengan risiko lebih tinggi.

Gejala Virus Hanta yang Perlu Diketahui

Salah satu hal paling menyulitkan dari infeksi hantavirus adalah kemunculan gejalanya yang bertahap. Masa inkubasi virus ini berkisar antara 1 sampai 8 minggu setelah paparan.

Awalnya terlihat sederhana.

Namun perlahan bisa berkembang menjadi kondisi serius.

Berikut beberapa gejala virus hanta yang penting dikenali.

1. Demam Tinggi Mendadak

Demam biasanya menjadi gejala pertama yang paling sering muncul.

Tubuh terasa panas secara tiba-tiba. Kadang disertai menggigil hebat hingga keringat berlebihan. Suhunya bisa cukup tinggi dan sulit turun meski sudah beristirahat.

Sebagian orang menggambarkan sensasinya seperti “flu berat yang datang mendadak”.

Demam ini muncul karena sistem imun sedang melawan infeksi virus di dalam tubuh.

Yang sering membuat orang lengah adalah fase ini tampak sangat umum. Banyak penderita mengira mereka hanya kelelahan atau terkena flu biasa.

2. Nyeri Otot yang Terasa Tidak Wajar

Pernah bangun tidur lalu badan terasa seperti habis mengangkat lemari semalaman? Kurang lebih seperti itu.

Baca juga:
Bahaya Teh Basi bagi Kesehatan dan Cara Aman Mengonsumsinya

Nyeri otot akibat hantavirus biasanya cukup intens, terutama di area:

  • Paha
  • Pinggul
  • Punggung
  • Bahu

Rasa pegalnya berbeda dari capek biasa. Tubuh terasa berat. Bergerak sedikit saja bisa membuat otot seperti ditarik.

Pada beberapa kasus, penderita bahkan kesulitan berdiri terlalu lama karena badan terasa sangat tidak nyaman.

3. Tubuh Lemas dan Kehabisan Energi

Gejala lain yang cukup khas adalah kelelahan ekstrem.

Aktivitas ringan seperti berjalan ke dapur, naik tangga, atau sekadar duduk terlalu lama bisa terasa melelahkan. Tubuh seperti kehilangan tenaga secara perlahan.

Kondisi ini sering disertai:

  • Sakit kepala
  • Sulit fokus
  • Mengantuk terus-menerus
  • Badan terasa “kosong”

Sebagian penderita menggambarkannya seperti baterai tubuh tiba-tiba drop hingga tinggal satu persen.

4. Mual, Muntah, dan Gangguan Pencernaan

Tidak semua virus menyerang pernapasan sejak awal. Pada hantavirus tertentu, saluran pencernaan juga bisa terkena.

Gejalanya meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Nafsu makan menurun

Karena gejala ini mirip keracunan makanan atau maag, banyak orang tidak langsung curiga terhadap infeksi virus hanta.

Padahal kombinasi antara demam tinggi, nyeri otot, dan gangguan pencernaan patut diperhatikan.

5. Batuk dan Sesak Napas

Nah, di fase inilah kondisi bisa mulai berbahaya.

Ketika virus menyerang paru-paru, penderita dapat mengalami:

  • Batuk
  • Napas pendek
  • Dada terasa sesak
  • Sulit menarik napas panjang

Pada kasus berat, cairan dapat menumpuk di paru-paru sehingga oksigen dalam tubuh menurun drastis.

Inilah yang dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

HPS termasuk kondisi serius karena dapat berkembang cepat hanya dalam hitungan jam atau hari.

Penderita biasanya tampak sangat kesulitan bernapas, bahkan ketika sedang diam.

6. Mata Merah dan Sensitif terhadap Cahaya

Meski tidak selalu muncul, beberapa penderita mengalami gangguan pada mata.

Baca juga:
Obat Penurun Panas yang Tepat untuk Demam dan Cara Aman Menggunakannya

Gejalanya antara lain:

  • Mata merah
  • Iritasi ringan
  • Silau terhadap cahaya terang
  • Mata terasa perih

Kondisi ini terjadi akibat respons peradangan dalam tubuh.

Sekilas memang tampak sepele. Namun bila muncul bersamaan dengan gejala lain, sebaiknya jangan diabaikan.

7. Penurunan Tekanan Darah

Pada kasus yang lebih berat, virus hanta dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis.

Akibatnya, penderita bisa mengalami:

  • Pusing hebat
  • Tubuh sangat lemas
  • Kulit pucat
  • Jantung berdebar
  • Risiko syok

Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena dapat membahayakan nyawa.

Penurunan tekanan darah sering dikaitkan dengan komplikasi yang menyerang ginjal atau gangguan sirkulasi akibat infeksi berat.

Perbedaan HPS dan HFRS pada Hantavirus

Hantavirus memiliki beberapa tipe penyakit utama tergantung strain virusnya.

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Jenis ini lebih banyak menyerang paru-paru.

Gejalanya meliputi:

  • Batuk berat
  • Sesak napas
  • Penumpukan cairan di paru
  • Kekurangan oksigen

HPS dikenal memiliki tingkat kematian cukup tinggi bila tidak segera ditangani.

Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

Tipe ini lebih dominan menyerang ginjal.

Gejalanya bisa berupa:

  • Demam
  • Gangguan ginjal
  • Tekanan darah rendah
  • Perdarahan
  • Penurunan produksi urine

Beberapa strain hantavirus di Asia lebih sering memicu HFRS dibanding HPS.

Mengapa Gejala Virus Hanta Sering Terlambat Disadari?

Jawabannya sederhana: gejalanya terlalu mirip penyakit umum.

Demam? Banyak penyebabnya.

Pegal-pegal? Bisa karena kurang tidur.

Mual? Bisa salah makan.

Inilah yang membuat banyak kasus terlambat dikenali.

Selain itu, infeksi hantavirus memang tergolong langka sehingga tidak selalu langsung dicurigai oleh masyarakat.

Padahal riwayat paparan lingkungan kotor atau area banyak tikus dapat menjadi petunjuk penting.

Siapa yang Lebih Berisiko Terkena Hantavirus?

Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi terpapar virus hanta, seperti:

  • Petugas kebersihan
  • Pekerja gudang
  • Petani
  • Pendaki atau pecinta alam
  • Orang yang membersihkan rumah kosong
  • Pekerja bangunan
  • Penghuni area dengan populasi tikus tinggi
Baca juga:
8 Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi yang Perlu Dibatasi

Aktivitas yang melibatkan debu dan area tertutup juga meningkatkan risiko terhirupnya partikel virus.

Cara Mencegah Penularan Virus Hanta

Kabar baiknya, pencegahan hantavirus sebenarnya cukup sederhana: menjaga kebersihan lingkungan.

Namun tentu praktiknya harus konsisten.

Berikut beberapa langkah penting yang bisa dilakukan.

Menjaga Rumah Tetap Bersih

Tikus menyukai tempat lembap, gelap, dan berantakan.

Karena itu:

  • Bersihkan gudang secara rutin
  • Buang sampah tepat waktu
  • Tutup celah masuk tikus
  • Simpan makanan dalam wadah tertutup

Gunakan Masker Saat Membersihkan Area Kotor

Jangan langsung menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena partikel bisa beterbangan ke udara.

Langkah yang disarankan:

  1. Semprot area dengan disinfektan
  2. Gunakan masker dan sarung tangan
  3. Bersihkan perlahan menggunakan tisu atau kain basah

Cara ini membantu mengurangi risiko menghirup virus.

Rajin Mencuci Tangan

Kebiasaan sederhana ini sering diremehkan.

Padahal mencuci tangan menggunakan sabun dapat membantu menurunkan risiko berbagai infeksi, termasuk virus yang berasal dari lingkungan kotor.

Hindari Kontak Langsung dengan Tikus

Kalau menemukan tikus mati, jangan disentuh langsung dengan tangan kosong.

Gunakan alat bantu dan pelindung diri agar lebih aman.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila mengalami:

  • Demam tinggi berkepanjangan
  • Sesak napas
  • Nyeri otot berat
  • Tubuh sangat lemas
  • Riwayat kontak dengan tikus atau area kotor

Diagnosis lebih cepat dapat membantu meningkatkan peluang penanganan yang lebih baik.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, hingga evaluasi riwayat paparan lingkungan.

Apakah Virus Hanta Bisa Disembuhkan?

Hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus untuk hantavirus.

Pengobatan umumnya berfokus pada:

  • Membantu pernapasan
  • Menjaga tekanan darah
  • Mengatasi komplikasi
  • Perawatan intensif bila diperlukan

Karena itu, deteksi dini menjadi faktor yang sangat penting.

Baca juga:
7 Makanan Pengganti Nasi untuk Minum Obat yang Aman

Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pemulihan.

Virus Hanta Memang Langka, Tapi Tetap Perlu Diwaspadai

Tidak semua demam berarti hantavirus. Tidak semua batuk berarti infeksi serius. Namun mengenali gejala virus hanta tetap penting agar masyarakat tidak terlambat mencari bantuan medis.

Hal yang paling perlu diingat adalah pola gejalanya sering menyerupai flu biasa pada tahap awal. Di situlah banyak orang terkecoh.

Menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi paparan tikus, serta memahami tanda-tanda infeksi menjadi langkah sederhana yang sangat berarti.

Kadang ancaman kesehatan terbesar bukan yang paling sering muncul, melainkan yang datang diam-diam lalu dianggap sepele. Semoga bermanfaat dan jagalah kesehatan!.

(Mch)