Teknologi

Oppo A6c Resmi Meluncur di Indonesia, HP Murah Baterai 7.000 mAh

×

Oppo A6c Resmi Meluncur di Indonesia, HP Murah Baterai 7.000 mAh

Sebarkan artikel ini
Oppo A6c
Oppo A6c (Foto: oppo.com)

Pernah merasa capek sama HP yang baru dipakai sebentar sudah minta dicas lagi?

Baru buka TikTok beberapa menit, baterai turun. Main game satu ronde, panasnya seperti wajan goreng telur. Belum lagi kalau lagi di luar rumah. Power bank jadi barang wajib. Rasanya ribet. Sangat.

Nah, di tengah pasar smartphone murah yang kadang cuma jual nama tanpa pengalaman nyaman, Oppo tiba-tiba datang membawa sesuatu yang cukup menarik perhatian. Bukan flagship mahal. Bukan juga HP gaming dengan lampu warna-warni seperti spaceship. Tapi justru ponsel entry-level yang kelihatannya sederhana, namun punya satu senjata utama yang bikin banyak orang langsung melirik: baterai 7.000 mAh.

Namanya Oppo A6c.

Resmi meluncur di Indonesia pada 20 Mei 2026, perangkat ini mencoba masuk ke pasar pengguna yang ingin HP murah, awet, cantik, dan tetap nyaman dipakai sehari-hari. Dan jujur saja, kombinasi seperti itu sekarang lumayan dicari.

Karena realitanya, banyak orang tidak butuh skor benchmark setinggi langit. Mereka cuma ingin HP yang tahan lama, kamera cukup bagus, layar enak dilihat, dan desain yang tidak malu-maluin saat ditaruh di meja kafe.

Oppo tampaknya paham arah pasar itu.

Oppo A6c Hadir untuk Pengguna yang Ingin Stylish Tanpa Mahal

Chief Marketing Officer Oppo Indonesia, Jiang Linlin, menjelaskan bahwa Oppo A6c memang dirancang untuk pengguna yang ingin tampil stylish tanpa mengorbankan kenyamanan dan fungsi utama sebuah smartphone.

Kalimat itu mungkin terdengar seperti bahasa marketing biasa. Tapi kalau melihat desainnya langsung, ada alasan kenapa Oppo cukup percaya diri.

Sekilas, Oppo A6c bahkan punya aura mirip lini Reno Series. Terutama dari finishing belakangnya yang memakai desain 3D Dynamic Glow. Pantulan cahayanya terlihat elegan. Tidak norak. Tidak terlalu ramai. Ada kesan premium yang biasanya sulit ditemukan di kelas harga Rp 2 jutaan.

Baca juga:
E Commerce Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Tren Terbaru

Bentuk bingkainya juga dibuat melengkung di sudut-sudut tertentu. Efeknya sederhana, tetapi terasa saat digenggam. HP jadi lebih nyaman di tangan dan tidak terasa kaku seperti balok sabun.

Lucunya, sekarang desain memang jadi faktor penting. Orang bisa saja tidak terlalu peduli chipset apa yang dipakai, tapi begitu melihat bodi HP yang cantik, langsung tertarik. Fenomena itu nyata.

Dan Oppo sudah lama pintar memainkan sisi visual seperti ini.

Baterai 7.000 mAh Jadi Senjata Utama Oppo A6c

Kalau ada satu fitur yang paling dijual Oppo di A6c, jawabannya jelas baterai.

Bukan 5.000 mAh. Bukan 6.000 mAh.

Tapi 7.000 mAh.

Angka itu bahkan mulai mendekati kapasitas tablet kecil.

Di atas kertas, Oppo mengklaim baterainya bisa bertahan hingga:

  • 3 hari pemakaian normal
  • 11,6 jam bermain game MOBA
  • 26,8 jam menonton video
  • 28 hari standby

Tentu penggunaan asli tiap orang akan berbeda. Ada yang hidupnya penuh scrolling Instagram sampai subuh. Ada juga yang HP-nya lebih sering dipakai buka WhatsApp keluarga dan cek cuaca.

Namun satu hal yang pasti, kapasitas sebesar ini jelas memberi rasa aman.

Buat driver online, pekerja lapangan, mahasiswa, atau pengguna yang sering bepergian, baterai besar bukan lagi sekadar bonus. Kadang malah jadi prioritas utama.

Karena tidak semua orang punya akses colokan setiap saat.

Pengisian Daya Memang Tidak Super Cepat, Tapi Masuk Akal

Oppo A6c mendukung fast charging 15 watt.

Di era ketika banyak HP sudah pakai 67W bahkan 120W, angka itu memang terlihat biasa saja. Namun perlu diingat, baterai 7.000 mAh jelas jauh lebih besar dibanding kebanyakan smartphone lain.

Oppo mengklaim:

  • 1% ke 21% dalam 30 menit
  • 1% ke 100% sekitar 2 jam 52 menit
Baca juga:
7 Smart TV AI Terbaik 2026, Gambar Tajam dan Pintar

Apakah cepat? Tidak terlalu.

Apakah masih masuk akal? Sangat.

Karena mengisi baterai sebesar itu memang butuh waktu lebih panjang. Dan sejujurnya, sebagian pengguna mungkin lebih memilih daya tahan panjang dibanding ngecas super cepat tetapi baterai cepat menurun kesehatannya.

Ada trade-off di sana.

Menariknya lagi, Oppo A6c juga punya fitur Reverse Wired Charging 5W. Jadi HP ini bisa dipakai seperti power bank kecil untuk mengisi earbuds, smartwatch, atau perangkat lain via kabel USB-C.

Fitur sederhana, tapi kadang berguna dalam kondisi darurat.

Layar 120Hz di HP Murah? Ini Nilai Plus Besar

Salah satu kejutan menarik dari Oppo A6c adalah layarnya.

HP ini memakai panel LCD 6,75 inci dengan:

  • Resolusi HD Plus
  • Refresh rate 120Hz
  • Tingkat kecerahan hingga 900 nit

Refresh rate 120Hz di kelas entry-level sebenarnya cukup menarik. Karena pengalaman scrolling jadi terasa lebih mulus dibanding layar standar 60Hz.

Saat buka media sosial, navigasi menu, atau sekadar swipe aplikasi, gerakannya terlihat lebih halus. Memang bukan perubahan yang mengubah hidup, tapi begitu terbiasa memakai layar 120Hz, balik ke 60Hz terasa agak “seret”.

Untuk kecerahan 900 nit juga cukup oke dipakai outdoor. Tidak sampai level flagship yang bisa seperti lampu stadion, tapi sudah memadai untuk penggunaan harian di bawah matahari.

Memang resolusinya masih HD Plus. Sebagian orang mungkin berharap Full HD. Tetapi di harga segini, kompromi seperti itu masih cukup wajar.

Performa Oppo A6c: Cukup untuk Harian

Di sektor dapur pacu, Oppo A6c menggunakan chipset Unisoc T7250.

Chipset ini dipadukan dengan:

  • RAM LPDDR4X 4 GB
  • Storage hingga 128 GB
  • Teknologi penyimpanan UFS 2.2

Kalau ditanya apakah HP ini cocok untuk gaming berat ultra setting rata kanan?

Baca juga:
MacBook Neo Segera Hadir di Indonesia, Ini Daya Tariknya

Jawabannya: jangan terlalu berharap.

Namun untuk penggunaan sehari-hari seperti:

  • WhatsApp
  • TikTok
  • YouTube
  • Instagram
  • browsing
  • Zoom
  • game ringan sampai menengah

semuanya masih cukup nyaman.

Kehadiran storage UFS 2.2 juga membantu performa terasa lebih responsif dibanding eMMC biasa yang sering dipakai HP murah.

Jadi meski bukan monster performa, Oppo A6c masih masuk kategori aman untuk kebutuhan mayoritas pengguna Indonesia.

Dan mari jujur sedikit.

Sebagian besar orang sebenarnya lebih sering buka chat dibanding render video 8K.

Kamera Oppo A6c Memang Sederhana, Tapi Ada Sentuhan AI

Untuk urusan fotografi, Oppo A6c dibekali:

  • Kamera belakang 13 MP
  • Kamera depan 5 MP

Kalau melihat angka megapikselnya saja, memang terlihat biasa.

Namun Oppo mencoba menambahkan beberapa fitur AI untuk membantu hasil foto terlihat lebih menarik, seperti:

AI Smart Image Matting 2.0

Fitur ini membantu memotong objek foto secara otomatis dengan lebih rapi.

AI Clear Face

Membantu memperjelas wajah saat foto.

AI Eraser

Menghapus objek mengganggu di latar belakang.

Fitur seperti ini sekarang memang mulai jadi “jualan wajib” hampir semua brand smartphone. Kadang berguna, kadang juga hasilnya lucu seperti editan alien. Tetapi untuk pengguna kasual, fitur AI tetap terasa menyenangkan.

Minimal ada sensasi seperti punya alat edit instan tanpa perlu aplikasi tambahan.

Tetap Responsif Meski Tangan Basah

Hal kecil seperti ini sering dilupakan, padahal penting.

Oppo A6c dibekali fitur:

  • Splash Touch
  • Oily-Hand Touch

Artinya layar tetap bisa digunakan meski tangan basah atau berminyak.

Kelihatannya sepele.

Tapi coba bayangkan sedang makan ayam goreng lalu ada pesan penting masuk. Nah, fitur seperti ini tiba-tiba terasa berguna sekali.

Selain itu, HP ini juga punya sertifikasi IP64 yang berarti tahan debu dan percikan air ringan.

Baca juga:
Daftar HP Xiaomi Terbaru 2026, Spesifikasi Gahar Harga Tetap Kompetitif

Bukan untuk diajak berenang, tentu saja. Tapi setidaknya lebih aman dari cipratan hujan kecil atau penggunaan sehari-hari yang kadang brutal.

Dukungan AI dan Google Gemini Mulai Masuk HP Murah

Yang menarik, Oppo mulai membawa fitur AI modern ke kelas entry-level.

Oppo A6c sudah mendukung:

  • Google Gemini
  • Google Lens
  • Privacy Safe

Ini menunjukkan bahwa AI sekarang bukan lagi fitur eksklusif HP mahal.

Bahkan pengguna smartphone Rp 2 jutaan mulai bisa merasakan pengalaman AI generatif dan bantuan pintar langsung dari perangkat mereka.

Perubahan pasar smartphone memang sedang menuju ke sana.

Dulu orang memilih HP berdasarkan kamera dan RAM. Sekarang mulai bergeser ke pengalaman AI dan integrasi pintar.

Varian Warna Oppo A6c Terlihat Elegan

Oppo A6c hadir dalam tiga pilihan warna:

  • Stone Brown
  • Feather White
  • Feather Purple

Dari ketiganya, Feather Purple kemungkinan bakal paling menarik perhatian anak muda. Warnanya punya karakter lembut tapi tetap modern.

Sementara Stone Brown terlihat lebih dewasa dan kalem.

Bobot HP ini ada di angka 215 gram dengan ketebalan 9 mm. Memang tidak super tipis, tetapi masih cukup nyaman mengingat baterainya sangat besar.

Dan jujur saja, baterai 7.000 mAh tanpa bodi tebal seperti batu bata sudah termasuk pencapaian lumayan.

Harga Oppo A6c di Indonesia

Berikut harga resmi Oppo A6c di Indonesia:

Varian Harga
Oppo A6c 4/64 GB Rp 2.499.000
Oppo A6c 4/128 GB Rp 2.999.000

Melihat spesifikasi dan baterainya, harga ini sebenarnya cukup kompetitif.

Memang persaingan HP Rp 2-3 jutaan sekarang brutal sekali. Ada Xiaomi, Realme, Infinix, Tecno, Vivo, sampai Samsung yang saling sikut.

Namun Oppo punya kekuatan berbeda.

Mereka kuat di branding, desain, distribusi offline, dan pengalaman pengguna yang biasanya lebih stabil untuk pasar umum.

Baca juga:
Rekomendasi Laptop AI Terbaik 2026 Paling Worth It

Apakah Oppo A6c Layak Dibeli?

Jawabannya tergantung kebutuhan.

Kalau Anda mencari:

  • baterai super awet
  • desain cantik
  • layar mulus 120Hz
  • HP untuk pemakaian harian
  • perangkat yang nyaman dipakai jangka panjang

maka Oppo A6c cukup menarik.

Namun kalau fokus utama Anda adalah gaming berat atau kamera level profesional, mungkin ada opsi lain yang lebih cocok.

Oppo A6c bukan HP yang mencoba menjadi “monster spesifikasi”. Ia lebih seperti teman harian yang praktis, tahan lama, dan tidak merepotkan.

Kadang justru tipe smartphone seperti ini yang paling dicari banyak orang.

Karena pada akhirnya, mayoritas pengguna cuma ingin satu hal sederhana:

HP yang tidak bikin stres.

Kesimpulan

Peluncuran Oppo A6c menunjukkan bahwa pasar smartphone entry-level masih sangat hidup di Indonesia. Oppo mencoba menghadirkan kombinasi desain premium, baterai jumbo 7.000 mAh, layar 120Hz, serta fitur AI modern dalam harga yang relatif terjangkau.

Di tengah tren smartphone yang semakin mahal, hadirnya perangkat seperti Oppo A6c bisa menjadi pilihan realistis bagi pengguna yang lebih mementingkan kenyamanan penggunaan sehari-hari dibanding sekadar angka benchmark.

Dan harus diakui, daya tahan baterai sebesar ini memang sulit diabaikan.

Buat banyak orang, itu bahkan lebih penting dibanding kamera 200 MP atau chipset super kencang.

Karena hidup sudah cukup melelahkan.

Tidak semua orang ingin ikut drama mencari colokan setiap sore. Semoga bermanfaat!.

(Mch)