Semangkuk kuah hangat kadang terasa seperti pelukan kecil di hari yang berantakan. Apalagi kalau aromanya gurih, perlahan mengepul dari mangkuk tanah liat, lalu menyeret ingatan ke dapur rumah masa kecil. Di situlah bone broth sering memenangkan hati banyak orang. Bukan cuma karena rasanya nyaman di lidah, tetapi juga karena reputasinya yang belakangan melambung sebagai “superfood”.
Media sosial penuh dengan orang-orang yang meminum bone broth setiap pagi. Ada yang percaya kulitnya jadi lebih kenyal. Ada yang merasa persendiannya lebih ringan. Sebagian lagi menjadikannya ritual pemulihan setelah sakit atau diet tertentu. Sekilas terdengar seperti ramuan kuno yang akhirnya mendapat sorotan modern.
Namun pertanyaannya menarik: apakah bone broth benar-benar seistimewa itu?
Jawabannya tidak hitam-putih. Ada manfaat yang memang masuk akal secara ilmiah. Ada pula klaim yang masih terlalu dibesar-besarkan. Itulah kenapa penting memahami bone broth secara lebih jernih, bukan sekadar ikut tren internet yang kadang lebih heboh daripada faktanya sendiri.
Artikel ini akan membahas bone broth secara mendalam. Mulai dari kandungan nutrisinya, manfaat potensial bagi tubuh, fakta medis yang perlu diketahui, sampai cara membuat bone broth sendiri di rumah agar lebih sehat dan hemat.
Apa Itu Bone Broth?
Bone broth adalah kaldu yang dibuat dengan merebus tulang hewan dalam waktu lama menggunakan api kecil. Tulang yang dipakai bisa berasal dari sapi, ayam, ikan, kambing, bahkan kalkun. Perebusannya tidak sebentar. Ada yang memasak selama 6 jam, 12 jam, bahkan sampai 24 jam penuh.
Proses panjang inilah yang membuat sari tulang, kolagen, gelatin, mineral, dan asam amino larut perlahan ke dalam air.
Hasil akhirnya bukan sekadar kuah biasa. Teksturnya cenderung lebih pekat, aromanya lebih dalam, dan ketika didinginkan sering berubah agak kenyal seperti jelly tipis. Itu tanda gelatin alami terbentuk dari kolagen yang larut selama proses memasak.
Di banyak budaya, sebenarnya bone broth bukan hal baru.
Indonesia punya kuah kaldu tradisional sejak lama. Jepang mengenal tonkotsu broth untuk ramen. Korea memiliki seolleongtang. Di Barat, kaldu tulang mulai kembali populer setelah tren clean eating dan paleo diet naik daun.
Jadi meskipun sekarang terlihat modern di Instagram, sebenarnya bone broth adalah resep lama yang “naik panggung” lagi.
Kandungan Nutrisi dalam Bone Broth
Salah satu alasan bone broth begitu populer adalah kandungan gizinya yang dianggap cukup lengkap. Meski jumlah pastinya bisa berbeda tergantung bahan dan cara memasak, secara umum bone broth mengandung beberapa zat berikut:
1. Kolagen dan Gelatin
Kolagen adalah protein utama dalam jaringan ikat tubuh. Saat tulang direbus lama, kolagen pecah menjadi gelatin yang lebih mudah dicerna.
Gelatin inilah yang sering dikaitkan dengan:
- kesehatan kulit
- elastisitas jaringan
- kekuatan kuku
- kesehatan rambut
- pemulihan sendi
Meski demikian, tubuh tetap memerlukan nutrisi lain untuk membentuk kolagen secara optimal, seperti vitamin C dan protein yang cukup.
2. Asam Amino
Bone broth mengandung beberapa asam amino penting seperti:
- glisin
- prolin
- glutamin
Glisin misalnya, dikenal berperan dalam pembentukan jaringan tubuh dan kualitas tidur. Sementara glutamin sering dikaitkan dengan kesehatan usus.
Walau jumlahnya tidak setinggi suplemen protein khusus, kandungan ini tetap memberi nilai tambah nutrisi.
3. Mineral
Kaldu tulang juga mengandung mineral seperti:
- kalsium
- magnesium
- fosfor
- kalium
Mineral tersebut penting untuk fungsi saraf, tulang, otot, dan metabolisme tubuh.
Namun perlu dicatat, kadar mineral dalam bone broth sering kali tidak setinggi yang dibayangkan banyak orang. Kandungannya bergantung pada jenis tulang, lama perebusan, dan tambahan bahan lain.
Manfaat Bone Broth untuk Kesehatan
1. Membantu Menjaga Kesehatan Sendi
Ini mungkin manfaat yang paling sering dibicarakan.
Bone broth mengandung gelatin serta asam amino yang menjadi bagian penting pembentuk jaringan ikat dan tulang rawan. Karena itu, banyak orang percaya konsumsi rutin bone broth bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada sendi.
Beberapa penelitian awal memang menunjukkan gelatin berpotensi membantu penderita osteoarthritis ringan. Namun hasilnya belum cukup kuat untuk menyebut bone broth sebagai terapi utama.
Meski begitu, sebagai bagian dari pola makan sehat, bone broth tetap bisa menjadi tambahan nutrisi yang baik.
Apalagi diminum hangat saat hujan? Wah, rasanya sendi dan hati sama-sama diajak berdamai.
2. Memberikan Efek Hangat dan Menenangkan
Ada alasan kenapa sup hangat terasa begitu menenangkan ketika tubuh sedang drop.
Cairan hangat membantu tubuh terasa lebih nyaman, terutama saat flu, pilek, atau pemulihan setelah sakit. Aroma kaldu juga dapat membantu meningkatkan selera makan.
Bone broth sering dipilih karena teksturnya ringan dan mudah dicerna. Orang yang sulit makan biasanya lebih mudah menerima makanan berbentuk kuah dibanding makanan berat.
Kadang manfaat terbesar makanan bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga rasa nyaman yang diberikannya.
Dan ya, tubuh manusia ternyata sangat menyukai rasa “dirawat”.
3. Berpotensi Mendukung Kesehatan Pencernaan
Gelatin dalam bone broth dipercaya membantu melapisi saluran cerna dan menjaga keseimbangan sistem pencernaan.
Beberapa orang merasa perutnya lebih nyaman setelah rutin mengonsumsi kaldu tulang, terutama mereka yang sering mengalami:
- kembung
- rasa penuh setelah makan
- gangguan lambung ringan
Namun sejauh ini penelitian tentang efek langsung bone broth terhadap kesehatan usus manusia masih terbatas.
Jadi jangan buru-buru menganggapnya obat ajaib untuk semua masalah pencernaan.
Tubuh manusia lebih rumit daripada video TikTok berdurasi 30 detik.
4. Membantu Menambah Asupan Protein
Meskipun tidak setinggi daging utuh, bone broth tetap mengandung protein dari gelatin dan kolagen.
Bagi orang yang sedang pemulihan sakit, lansia, atau mereka yang sulit mengonsumsi makanan berat, bone broth bisa menjadi tambahan nutrisi yang cukup membantu.
Terutama jika dipadukan dengan sayuran, daging, atau sumber protein lainnya.
5. Mendukung Hidrasi Tubuh
Karena berbentuk cairan, bone broth juga membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.
Ini terlihat sederhana, tetapi penting. Banyak orang fokus mencari makanan “super”, padahal tubuh mereka sebenarnya cuma kurang minum dan kurang tidur.
Ironis memang.
Apakah Bone Broth Benar-Benar Superfood?
Istilah “superfood” sebenarnya lebih banyak digunakan untuk kebutuhan pemasaran daripada istilah medis resmi.
Bone broth memang punya nilai nutrisi. Namun bukan berarti ia bisa:
- menyembuhkan arthritis
- memperbaiki semua masalah usus
- membuat kulit langsung glowing
- meningkatkan imun secara instan
Sampai sekarang belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung klaim sebesar itu.
Tubuh manusia membutuhkan pola makan seimbang secara keseluruhan, bukan menggantungkan kesehatan pada satu jenis makanan saja.
Bone broth sebaiknya dipandang sebagai pelengkap nutrisi, bukan pusat dari seluruh strategi kesehatan.
Cara Membuat Bone Broth yang Kaya Rasa dan Nutrisi
Kabar baiknya, membuat bone broth di rumah sebenarnya tidak sulit.
Bahkan banyak orang mulai membuat sendiri karena lebih hemat dan bisa mengontrol kualitas bahan.
Bahan-Bahan Dasar
Berikut bahan yang umum digunakan:
- tulang sapi, ayam, ikan, atau kambing
- air secukupnya
- bawang putih
- bawang bombay
- wortel
- seledri
- jahe
- daun salam
- cuka apel
Langkah Membuat Bone Broth
1. Pilih Tulang Berkualitas
Gunakan tulang segar dengan sedikit daging atau sumsum agar rasa lebih gurih.
Tulang lutut sapi biasanya menghasilkan kaldu yang lebih kaya gelatin.
2. Rebus Sebentar dan Buang Air Pertama
Langkah ini membantu membersihkan kotoran dan mengurangi aroma terlalu tajam.
3. Tambahkan Air Baru dan Rempah
Masukkan semua bahan ke dalam panci besar.
Tambahkan sedikit cuka apel untuk membantu mineral keluar dari tulang selama perebusan.
4. Masak dengan Api Kecil
Rebus perlahan selama:
- 6–12 jam untuk ayam
- 12–24 jam untuk sapi
Semakin lama dimasak, biasanya rasa semakin dalam.
5. Saring dan Simpan
Setelah matang, saring kaldu lalu simpan dalam wadah tertutup.
Bone broth bisa bertahan beberapa hari di kulkas atau dibekukan untuk stok mingguan.
Tips Agar Bone Broth Lebih Sehat
Hindari Garam Berlebihan
Banyak orang tidak sadar bahwa kuah sehat bisa berubah jadi “jebakan natrium” kalau terlalu asin.
Gunakan garam secukupnya.
Gunakan Bahan Segar
Semakin baik kualitas tulang dan sayuran, semakin baik hasil akhirnya.
Tambahkan Sayuran
Wortel, daun bawang, dan seledri membantu memperkaya rasa sekaligus nutrisi.
Hindari Penyedap Berlebihan
Kaldu alami sebenarnya sudah cukup gurih tanpa harus “diteriaki” MSG berlebihan.
Siapa yang Cocok Mengonsumsi Bone Broth?
Bone broth umumnya cocok untuk:
- orang dalam masa pemulihan
- lansia
- orang yang sulit makan
- penggemar pola makan tinggi protein
- pelaku diet tertentu
Namun ada beberapa kondisi yang perlu berhati-hati.
Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Meski alami, bone broth tetap tidak cocok untuk semua orang.
1. Kandungan Natrium
Jika dibuat terlalu asin, konsumsi berlebihan bisa meningkatkan asupan garam harian.
2. Alergi atau Sensitivitas
Sebagian orang mungkin sensitif terhadap bahan tertentu dalam kaldu.
3. Tidak Bisa Menggantikan Nutrisi Utama
Bone broth bukan pengganti makanan lengkap.
Tubuh tetap memerlukan:
- buah
- sayur
- protein utuh
- lemak sehat
- karbohidrat seimbang
Bone Broth dan Tren Gaya Hidup Modern
Menarik melihat bagaimana makanan sederhana seperti kaldu tulang bisa berubah menjadi simbol gaya hidup sehat modern.
Ada café yang menjualnya seperti kopi artisan. Ada influencer yang membawanya dalam tumbler mahal. Bahkan ada yang meminumnya saat meeting online sambil membahas produktivitas.
Kadang dunia kesehatan memang unik.
Namun di balik semua tren itu, ada satu hal yang sebenarnya sederhana: manusia selalu mencari makanan yang membuat tubuh terasa lebih baik.
Dan mungkin itulah alasan bone broth tetap bertahan lintas generasi.
Bukan karena ajaib.
Tetapi karena hangat.
Kesimpulan
Bone broth adalah kaldu tulang yang kaya kolagen, gelatin, mineral, dan asam amino hasil perebusan panjang tulang hewan. Minuman ini memiliki potensi manfaat untuk kesehatan sendi, pencernaan, hidrasi, serta pemenuhan nutrisi tambahan.
Meski begitu, penting memahami bahwa bone broth bukan obat ajaib maupun pengganti pola makan seimbang. Sebagian klaim kesehatannya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Jika dikonsumsi secara wajar dan dibuat dari bahan berkualitas, bone broth dapat menjadi pelengkap menu sehat yang lezat, menenangkan, dan bergizi.
Kadang kesehatan memang tidak selalu datang dari sesuatu yang rumit.
Terkadang ia hadir dalam bentuk semangkuk kuah hangat yang dimasak perlahan sepanjang malam. Semoga bermanfaat!.
(Mch)












