Kesehatan

Jenis Sakit Mata Menular yang Harus Diwaspadai Sejak Dini

×

Jenis Sakit Mata Menular yang Harus Diwaspadai Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
jenis sakit mata menular
Ilustrasi (Cuitan Rakyat)

Mata merah sering dianggap sepele. Banyak orang mengira kondisi ini cuma akibat kurang tidur, terlalu lama menatap layar ponsel, atau terkena debu di jalan. Padahal, di balik mata yang tampak merah dan berair, bisa saja tersembunyi infeksi yang menular dan berbahaya bagi penglihatan.

Saya pernah mengalami fase ketika satu anggota keluarga terkena sakit mata, lalu beberapa hari kemudian hampir seluruh rumah ikut tertular. Awalnya cuma terasa gatal ringan. Besoknya mata mulai belekan, silau terhadap cahaya, dan rasanya seperti ada pasir kecil nyangkut di kelopak. Aktivitas jadi terganggu total. Mau bekerja tidak nyaman, membaca pun terasa menyiksa.

Masalahnya, banyak orang masih menganggap sakit mata sebagai gangguan biasa yang akan sembuh sendiri. Kenyataannya tidak selalu begitu. Ada beberapa jenis sakit mata yang dapat menyebar melalui kontak fisik antarmanusia, penggunaan barang bersama, bahkan kebiasaan sederhana seperti mengucek mata dengan tangan kotor.

Lebih mengkhawatirkan lagi, sebagian infeksi mata dapat memicu komplikasi serius bila terlambat ditangani. Mulai dari peradangan kornea hingga penurunan kualitas penglihatan permanen.

Karena itu, memahami jenis sakit mata menular menjadi langkah penting agar kita tidak terlambat mengambil tindakan.

Apa Itu Sakit Mata?

Sakit mata adalah kondisi ketika muncul rasa tidak nyaman di area mata, baik pada salah satu maupun kedua mata sekaligus. Keluhannya bisa sangat beragam. Ada yang hanya terasa perih ringan, ada juga yang sampai menyebabkan nyeri hebat dan pandangan kabur.

Gejala umum sakit mata biasanya meliputi:

  • Mata merah
  • Gatal berlebihan
  • Mata berair terus-menerus
  • Sensasi seperti ada benda asing di mata
  • Kelopak mata bengkak
  • Mata terasa panas atau perih
  • Silau terhadap cahaya
  • Penglihatan kabur
Baca juga:
Gigi Ngilu Tiba-Tiba? Ini Cara Cepat Mengatasinya di Rumah

Pada kasus ringan, penggunaan obat tetes mata kadang cukup membantu meredakan keluhan. Namun untuk infeksi tertentu, pengobatan medis wajib dilakukan supaya tidak berkembang menjadi gangguan serius.

Jenis Sakit Mata Menular yang Wajib Diwaspadai

Tidak semua sakit mata bersifat ringan. Beberapa di antaranya sangat menular dan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan mata dalam jangka panjang.

Berikut beberapa jenis sakit mata menular yang paling sering terjadi.

1. Herpes Zoster Oftalmikus

Nama penyakit ini memang terdengar rumit. Namun penyebabnya sebenarnya cukup dikenal, yaitu virus varicella-zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air dan cacar ular.

Yang menarik sekaligus menyeramkan, virus ini bisa “tidur” di dalam tubuh selama bertahun-tahun setelah seseorang sembuh dari cacar air. Saat daya tahan tubuh menurun, virus dapat aktif kembali dan menyerang area saraf, termasuk mata.

Gejala Herpes Zoster Oftalmikus

Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Mata merah
  • Nyeri hebat di sekitar mata
  • Kelopak mata bengkak
  • Ruam kemerahan di area mata
  • Mata sangat sensitif terhadap cahaya
  • Rasa panas dan berdenyut

Kadang ruam bahkan muncul sampai ke ujung hidung. Nah, kondisi ini biasanya menjadi sinyal bahwa infeksi sudah mengenai saraf mata.

Mengapa Penyakit Ini Berbahaya?

Herpes zoster oftalmikus bukan sekadar iritasi biasa. Jika terlambat ditangani, komplikasinya bisa cukup serius, seperti:

  • Kerusakan kornea
  • Peradangan saraf optik
  • Penurunan penglihatan
  • Nyeri saraf berkepanjangan

Dokter biasanya akan memberikan obat antivirus, antibiotik tertentu, atau kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.

Saya pernah membaca kisah seorang pekerja kantoran yang mengira matanya cuma lelah akibat begadang. Ternyata setelah diperiksa, ia mengalami herpes zoster pada mata dan harus menjalani perawatan intensif selama beberapa minggu. Dari situ saya sadar, mata merah tidak selalu sesederhana yang terlihat.

Baca juga:
CT Scan Jantung: Fungsi, Prosedur, Risiko, dan Manfaatnya

2. Keratitis Herpes Simpleks

Kalau herpes zoster berasal dari virus varicella-zoster, keratitis herpes simpleks disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1.

Virus ini sama seperti penyebab herpes bibir atau cold sore.

Masalahnya, ketika virus menyerang kornea mata, dampaknya bisa cukup serius karena kornea berperan penting dalam proses penglihatan.

Gejala Keratitis Herpes Simpleks

Beberapa gejalanya meliputi:

  • Mata merah
  • Mata terasa nyeri
  • Keluar air mata terus-menerus
  • Sensasi mengganjal
  • Mata silau terhadap cahaya terang
  • Penglihatan menjadi buram

Kadang penderita juga merasa seperti memakai lensa kontak yang terbalik. Sangat mengganggu.

Bagaimana Penularannya?

Virus dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita herpes aktif. Misalnya:

  • Ciuman
  • Berbagi handuk
  • Menyentuh luka herpes lalu memegang mata

Yang cukup merepotkan, virus ini bisa kambuh sewaktu-waktu ketika sistem imun sedang lemah.

Kurang tidur, stres berat, kelelahan ekstrem, bahkan terlalu lama bekerja di depan laptop kadang menjadi pemicu kambuhnya infeksi.

Penanganan Medis

Dokter biasanya memberikan:

  • Obat antivirus oral
  • Salep mata antivirus
  • Obat tetes antiinflamasi

Penanganan cepat sangat penting agar kornea tidak mengalami kerusakan permanen.

3. Konjungtivitis Akibat Virus dan Bakteri

Nah, ini jenis sakit mata yang paling sering ditemui di masyarakat.

Konjungtivitis dikenal juga dengan istilah “pink eye” karena membuat bagian putih mata berubah kemerahan.

Penyebabnya bisa macam-macam:

  • Virus influenza
  • Virus herpes
  • Bakteri klamidia
  • Bakteri gonore
  • Debu
  • Polusi
  • Iritasi kosmetik

Namun yang menular biasanya berasal dari infeksi virus atau bakteri.

Gejala Konjungtivitis

Ciri-cirinya cukup mudah dikenali:

  • Mata merah terang
  • Belekan
  • Gatal dan perih
  • Mata berair
  • Kelopak mata lengket saat bangun tidur
  • Penglihatan agak kabur
  • Sensitif terhadap cahaya

Pada anak-anak, penyakit ini sering menyebar cepat di sekolah karena penggunaan barang bersama dan kebiasaan menyentuh wajah.

Baca juga:
7 Penyebab Berat Badan Naik yang Sering Tidak Disadari

Kenapa Konjungtivitis Sangat Mudah Menular?

Virus dan bakteri penyebab konjungtivitis dapat berpindah melalui:

  • Sentuhan tangan
  • Handuk bersama
  • Bantal
  • Kosmetik mata
  • Percikan cairan mata

Makanya, ketika satu orang terkena sakit mata di rumah, anggota keluarga lain biasanya ikut tertular dalam hitungan hari.

Cara Mengatasinya

Penanganan tergantung penyebabnya.

Dokter dapat memberikan:

  • Obat tetes antibiotik
  • Salep mata
  • Obat antivirus
  • Air mata buatan
  • Kompres hangat

Yang penting, jangan sembarangan membeli obat mata tanpa pemeriksaan karena setiap infeksi membutuhkan penanganan berbeda.

4. Konjungtivitis Klamidia

Banyak orang terkejut saat tahu bahwa klamidia ternyata tidak hanya menyerang organ reproduksi, tetapi juga mata.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

Penularannya biasanya terjadi ketika tangan yang terkontaminasi bakteri menyentuh area mata.

Gejala Konjungtivitis Klamidia

Beberapa tanda yang sering muncul yaitu:

  • Mata merah
  • Kelopak membengkak
  • Keluar cairan dari mata
  • Iritasi berkepanjangan
  • Penglihatan menurun
  • Pembengkakan kelenjar sekitar mata

Infeksi ini tidak boleh dianggap enteng karena dapat menyebabkan komplikasi serius jika dibiarkan terlalu lama.

Pengobatan yang Umum Diberikan

Dokter biasanya meresepkan antibiotik oral atau antibiotik tetes mata.

Yang penting, obat harus diminum sampai habis walaupun gejala sudah mulai membaik. Banyak orang berhenti terlalu cepat lalu infeksi muncul kembali.

Faktor yang Membuat Sakit Mata Mudah Menular

Kadang kita merasa sudah menjaga kebersihan, tetapi tetap tertular sakit mata. Ternyata ada beberapa kebiasaan kecil yang sering menjadi penyebab tanpa disadari.

Kebiasaan Mengucek Mata

Ini mungkin kebiasaan paling umum.

Saat mata terasa gatal, refleks pertama biasanya langsung mengucek. Padahal tangan kita belum tentu bersih.

Kalau sebelumnya menyentuh benda yang terkontaminasi virus atau bakteri, risiko infeksi meningkat drastis.

Baca juga:
Pinggang Kanan Sakit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berbagi Barang Pribadi

Handuk, sarung bantal, make up mata, hingga obat tetes ternyata bisa menjadi media penularan.

Saya pribadi sekarang sangat menghindari berbagi handuk wajah, bahkan dengan anggota keluarga sendiri.

Penggunaan Lensa Kontak yang Tidak Higienis

Lensa kontak memang praktis, tetapi kebersihannya wajib dijaga.

Menggunakan softlens terlalu lama atau mencucinya sembarangan bisa membuka jalan bagi bakteri masuk ke mata.

Daya Tahan Tubuh Menurun

Saat tubuh kelelahan, virus yang tadinya “diam” bisa aktif kembali.

Karena itu, tidur cukup ternyata punya pengaruh besar terhadap kesehatan mata juga.

Cara Mencegah Sakit Mata Menular

Kabar baiknya, sebagian besar sakit mata sebenarnya bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana.

Berikut beberapa langkah penting yang sebaiknya diterapkan.

Rajin Mencuci Tangan

Ini terdengar klasik, tetapi sangat efektif.

Gunakan sabun dan air mengalir minimal 20 detik, terutama sebelum menyentuh wajah atau mata.

Hindari Menyentuh Mata

Semakin sering mata disentuh, semakin besar peluang bakteri masuk.

Kalau mata terasa gatal, lebih baik gunakan tisu bersih atau cuci dengan cairan steril.

Jangan Berbagi Barang Pribadi

Hindari memakai bersama:

  • Handuk
  • Kosmetik mata
  • Obat tetes
  • Kacamata
  • Bantal

Kelihatannya sepele, tetapi langkah ini sangat membantu mencegah penularan.

Istirahat yang Cukup

Tubuh yang lelah membuat sistem imun melemah.

Kurang tidur juga sering membuat mata lebih sensitif dan mudah mengalami iritasi.

Gunakan Kacamata Saat Berada di Tempat Berdebu

Debu dan polusi dapat memicu iritasi sekaligus memperparah infeksi yang sudah ada.

Kacamata pelindung membantu mengurangi risiko tersebut.

Hindari Penggunaan Lensa Kontak Saat Infeksi

Banyak orang tetap memakai softlens meski mata sedang merah.

Padahal kondisi ini bisa memperparah infeksi dan memperlambat penyembuhan.

Baca juga:
9 Makanan untuk Nyeri Sendi yang Baik Dikonsumsi

Kapan Harus ke Dokter?

Tidak semua sakit mata membutuhkan penanganan darurat. Namun ada beberapa kondisi yang tidak boleh ditunda.

Segera periksa ke dokter jika mengalami:

  • Mata merah lebih dari 3 hari
  • Nyeri hebat
  • Penglihatan kabur
  • Keluar cairan kuning atau hijau
  • Sensitif berlebihan terhadap cahaya
  • Kelopak mata membengkak parah
  • Demam disertai sakit mata

Pemeriksaan sejak awal jauh lebih baik dibanding menunggu kondisi memburuk.

Sakit Mata Bukan Sekadar Mata Merah Biasa

Banyak orang baru sadar pentingnya kesehatan mata ketika penglihatan mulai terganggu.

Padahal mata bekerja tanpa henti setiap hari. Dipakai membaca, bekerja, mengemudi, menatap layar, hingga begadang menemani deadline.

Karena itu, ketika mata mulai memberi sinyal berupa nyeri, merah, atau gatal berlebihan, jangan langsung dianggap sepele.

Beberapa jenis sakit mata menular seperti herpes zoster oftalmikus, keratitis herpes simpleks, konjungtivitis, dan konjungtivitis klamidia dapat menyebabkan komplikasi serius bila tidak segera ditangani.

Menjaga kebersihan tangan, tidak berbagi barang pribadi, serta segera memeriksakan diri ke dokter menjadi langkah sederhana yang sangat penting untuk melindungi kesehatan mata.

Karena pada akhirnya, penglihatan yang sehat bukan cuma soal kenyamanan. Itu tentang kualitas hidup. Semoga bermanfaat!.

(Mch)